Mustika Buana
Mustika Buana Ahli Geologi

Merasa lebih sedikit kebaikan yang telah dilakukan dari yang lebih tua, lebih banyak keburukan yang telah diperbuat dari yang lebih muda...

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Ada Apa Ahok Ngotot Mengeluarkan Izin Operasional Reklamasi Pantai Utara Jakarta?

19 Maret 2017   22:17 Diperbarui: 19 Maret 2017   22:42 1545 10 15
Ada Apa Ahok Ngotot Mengeluarkan Izin Operasional Reklamasi Pantai Utara Jakarta?
Dokumen pribadi

Di 2017 ini jumlah penduduk Jakarta sudah mencapai belasan juta jiwa. Dalam 1 hari penduduk Jakarta membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dalam jumlah yang pastilah sangat banyak. Darimana air itu diperoleh. Air itu diperoleh sebagian besar dari bawah tanah Jakarta. 

Oleh karena air yang diambil dari dalam tanah tersebut dalam jumlah yang sedemikan besar, menyebabkan lapisan tanah/batuan di bawah Kota Jakarta,  yang tadinya dipenuhi oleh air, sekarang ini sudah jauh berkurang. Malah untuk lapisan tanah/batuan yang dangkal, airnya sudah betul-betul tidak ada lagi. Kalaupun ada, airnya sudah bukan lagi air tawar, tetapi air asin/air laut yang masuk (mengintrusi) lapisan tanah/batuan tersebut. 

Rongga-rongga antar butir pada lapisan tanah/batuan tersebut yang tadinya diisi oleh air, sekarang ini sudah tidak ada apa-apanya lagi, sudah kosong. Inilah salah satu penyebab utama terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta. Ditambah lagi dengan semakin beratnya beban di permukaan, menyebabkan laju penurunan permukaan tanah Jakarta semakin hari semakin  cepat.

Dari illustrasi gambar di atas, nampak jelas jika rongga-rongga antar butir sudah kosong, butiran-butiran  yang berada di atas oleh karena gravitasi (dan tekanan beban dari permukaan), akan turun ke bawah, mengisi rongga-rongga yang kosong tersebut.   

Sebenarnya kajian tentang penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah begitu banyak, namun solusi untuk mengatasinya secara menyeluruh sama sekali belum ada, baru ada sebatas paparan dalam seminar-seminar dan diskusi-diskusi saja. Padahal secara tehnis penurunan tersebut dapat dihitung hingga kapan waktunya permukaan daratan Jakarta akan menjadi berada di bawah permukaan air alut. Jika sudah berada di bawah permuka air laut, itu artinya Jakarta sudah tenggelam. 

Sebenaranya tidaklah terlalu sulit untuk memahami logika tehnis seperti ini. Setidaknya oleh Ahok adalah yang mempunyai latar belakang pendidikan tehnik (geologi). Ahok tahu betul bahwa kalau tidak sekarang dimulainya pembangunan tanggul di sepanjang pantai utara Jakarta, maka kemungkinan besar Jakarta tidak dapat diselamatkan lagi dari kemungkinan menjadi tenggelam di beberapa tahun yang akan datang. 

Rencana pembangunan tanggul di sepanjang pantai Utara Jakarta  itu tidak akan terlepas dari keberadaan Pulau-Pulau kecil yang ada di sekitarnya. Artinya membangun tanggul itu juga berarti mereklamasi pulau-pulau yang ada di sekitar pantai utara Jakarta. Ini tentu jadinya harus dalam 1 paket, agar pembangunan tanggul itu dapat dikerjakan.  Ahok malah berpikir lebih dari itu, dia tidak hanya sekedar membuat rencana penyelamatan Kota Jakarta dari kemungkinan tenggelam, tetapi juga sekalian mengambil keuntungan yang lebih besar lagi dari para pengembang, yang tentunya keuntungan itu bukan untuk pribadinya tetapi untuk DKI Jakarta. Inilah sebenarnya yang menjadi dasar alasan Ahok mengeluarkan izin operasional reklamasi pantai utara Jakarta, tidak lain untuk menyelamatkan Kota Jakarta beserta warganya dari kemungkinan tenggelam. 

Menjadi heran, mengapa ada pihak-pihak tertentu yang nampaknya begitu sulit memahami logika tehnik sederhana seperti itu, sehingga menolak mati-matian rencana Ahok untuk mereklamasi pantai utara Jakarta. Padahal jikalau dikuatirkan Ahok akan mengambil keuntungan pribadi dari rencana reklamasi tersebut, tinggal diawasi saja pelaksanaannya. Tentu akan ketahuan nantinya jika Ahok ternyata bermain didalam proyek reklamasi tersebut. Jadi bukan rencana reklamasinya itu yang ditolak habis-habisan.

Kesimpulannya adalah siapapun Gubernur DKI yang akan terpilih di Pilkada Putaran Kedua bulan April 2017 nanti, maka proyek reklamasi itu harus tetap dilanjutkan. 

Jika Anis yang terpilih, sesuai dengan kampanye yang sudah sering disampaikannya yaitu tidak akan melanjutkan proyek reklamasi tersebut, maka Anis harus bertanggung-jawab jika Ibukota Negara Republik Indonesia di 5 tahun yang akan datang sudah jauh menyusut oleh karena sudah berada di bawah permukaan air laut.   

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Ilustrasi sederhana gambar penampang pasang surut air laut di atas menunjukkan bahwa ketinggian muka air laut pada saat pasang maksimum akan mencapai 1 hingga 2 meter di atas ketinggian air laut pada posisi tengahnya (ZNol). Maka daratan Jakarta, khususnya di sekitar Jakarta Utara pada daerah-daerah yang sekarang ketinggiannya hanya sekitar +2 m sampai +3 m saja, maka kemungkinan besar jika Anis yang terpilih menjadi Gubernur DKI di 2017 ini, sebelum habis masa jabatannya, daerah-daerah tersebut sudah mulai hilang sedikit demi sedikit ditelan oleh air laut oleh karena permukaan tanahnya terus menurun.

Maka bagi warga Jakarta, pandai-pandailah memilih calon Gubernur Anda.  

Referensi: 1, 2, 3, 4, 5, 6,