Mohon tunggu...
Danang Arief
Danang Arief Mohon Tunggu... Psikolog - hidup itu indah dengan baca buku dan gowes

Berbagi untuk belajar, belajar untuk berbagi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

5 Sebab Kita Sukar Menjadi Pribadi yang Adaptif

17 November 2021   11:39 Diperbarui: 17 November 2021   12:34 110 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi menjadi adaptif. Gambar oleh Pexels dari Pixabay 

Adaptability adalah kemampuan seseorang untuk mengubah cara, perilaku atau pendekatan untuk melakukan suatu hal dalam upaya untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. (1)

Baik di tingkat individu maupun korporasi, kemampuan adaptasi menjadi sangat penting mengingat di era sekarang perubahan begitu cepat terjadi. Kegagalan atau bahkan keterlambatan di dalam proses adaptasi dapat menjadi titik awal kemunduran suatu perusahaan atau karir individu.

Adaptability adalah salah satu skill yang paling dibutuhkan di tahun 2021. Ketidakpastian yang diakibatkan pandemi covid-19 membuat keterampilan ini dibutuhkan agar seseorang dapat mengatasi berbagai perubahan yang bisa jadi muncul tiba-tiba. (2)

Meskipun kedengarannya mudah untuk menjadi pribadi yang adaptif, namun kenyataannya tidaklah demikian. Adaptif berarti berani mencoba hal baru, berani keluar dari zona nyaman, berani menghadapi risiko. Adaptif berarti siap untuk gagal. Sebagai imbalannya, seorang yang adaptif lah yang paling besar kemungkinannya untuk tetap survive dan menjadi pemenang.

Apa saja hal-hal yang dapat menghambat kita untuk menjadi seorang pribadi yang adaptif? Berdasar pengalaman saya, berikut adalah 5 faktor utamanya:

1. Rasa Takut
Pengalaman, pekerjaan dan hal-hal baru lainnya acapkali menimbulkan was-was di dalam diri kita. Yakin kita akan lebih sukses? gimana jika gagal? dan sederet pertanyaan lain yang sering muncul di benak kita. Hal-hal inilah yang akhirnya dapat membuat kita mengurungkan niat untuk melangkah maju.

2. Habit
Acapkali langkah kaki yang telah kita ayunkan terhenti setelah  melangkahkan kaki ke depan. Penyebabnya? habit pendukung kita belum terbentuk, atau kita belum bisa berhenti dari habit kita yang buruk. Ambil contoh goal kita adalah meningkatkan kebugaran tubuh. Untuk mendukungnya, kita perlu memiliki habit berolahraga atau berhenti dari habit yang tidak mendukung, merokok misalnya. Mudahkah? saya yakin kita semua bisa menjawabnya.

3. Kurangnya Pengetahuan & Keterampilan
Adaptif juga berarti mampu melakukan hal baru atau melakukan hal yang sama dengan cara yang baru. Untuk dapat menjadi capable dibutuhkan waktu dan effort yang besar. Semakin kompleks suatu skills atau keterampilan, semakin besar waktu dan effort yang dibutuhkan.

4. Berpikir Jangka Pendek
Kita terbiasa dengan instant atau fast reward. Sedangkan adaptif seringkali berarti berpindah dari comfort zone. Untuk memperoleh reward di luar comfort zone yang kita miliki, bisa jadi membutuhkan waktu yang lama. Hal ini bukanlah hal yang mudah karena kita harus meninggalkan segala kenyamanan yang kita peroleh selama ini di comfort zone.

5. Kurang Banyak Bereksperimen
Adaptif berarti siap untuk gagal dan mencoba lagi, dan begitulah seterusnya sampai kita berhasil. Mencoba berarti juga harus mengeksekusi dengan sebaik mungkin, mengevaluasi hasilnya, dan memperbaikinya lagi. Proses yang berulang-ulang ini bukanlah suatu hal yang mudah, sehingga banyak yang berhenti di tengah jalan.

Demikianlah, beberapa penyebab utama yang dapat menghambat kita untuk menjadi pribadi yang adaptif. Semoga kita semua memiliki keberanian dan ketekunan dalam berproses untuk menjadi pribadi yang adaptif.

sumber:
(1) cleverism.com
(2) michaelpage.com

Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan