Mohon tunggu...
Mustafa Afif Abd
Mustafa Afif Abd Mohon Tunggu... Berimajinasi. Bernarasi. Berbagi.

| kuli besi tua | penyuka MU & Real Madrid | twitter : @mustafa_afif | niatkan ibadah, seluruhnya |

Selanjutnya

Tutup

Politik

Puan Maharani Bekerja Keras, Tapi Tidak Kelihatan? Ini Alasannya!

9 Desember 2018   13:40 Diperbarui: 9 Desember 2018   13:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Puan Maharani Bekerja Keras, Tapi Tidak Kelihatan? Ini Alasannya!
Foto: Republika/Tahta Aidilla

Jadi begini, sodara-sodara. Tak ada salahnya dan tak ada yang melarang siapapun untuk memberikan kritik kepada siapapun di negeri ini, sebab kritik yang konstruktif adalah perlambang dari sehatnya sebuah demokrasi. Namun terkadang, kritik yang disampaikan tidak tepat sasaran, minim substansi, dan cenderung pada asumsi nyinyir tak berdasar; asal ngeritik dan asal ramai saja.

Kritik dengan jenis ini sama derajatnya dengan kritik pedas terhadap penjaga gawang karena tidak kunjung mencetak gol. Jelas saja salah. Membobol gawang lawan adalah tugas utama pemain ujung tombak. Tugas goal keeper cuma satu; menjaga gawang agar tidak kebobolan. Atau mungkin sebaliknya, teriak-teriak memaki seorang striker karena sering kebobolan, ya, aneh. Mestinya yang dikritik adalah barisan belakang atau penjaga gawangnya yang lalai dan abai.

Begitu pula kritik yang sering dialamatkan untuk Puan Maharani; kerap kali tidak masuk akal, dan seringnya lebih bersifat nyinyir. Misal, Puan Maharani kerjanya apa, sih? Kok, tidak ada kebijakan yang bombastis dan booming? Sepertinya cuma jalan-jalan, ya? Atau rapat-rapat dan peresmian gak jelas sembari mendampingi Presiden?

Jadi begini, Bro. Puan Maharani itu adalah Menteri Koordinator yang tugas utamanya adalah koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian program atau kebijakan dari Kementerian yang berada di bawah garis koordinasinya seperti Kemendiknas, Kemenag, Kemensos, Kemenkes, Kemenpora, Kemendes, Kemenristek, KemenPP & PA. Artinya, semua Kementerian itu tidak bisa berjalan sendiri tanpa koordinasi, arahan, dan "fatwa" dari Puan Maharani. Jadi, tugas Puan Maharani adalah memastikan kerja Kementerian yang berada di bawahnya agar berjalan dengan semestinya, sesuai rencana.

Jadi wajar saja kalau Puan Maharani kesannya hanya menghadiri rapat, peresmian, kunjungan kesana-kemari, mendampingi Presiden, dan lain sebagainya karena memang begitulah tugas Menko. Sehingga, kita semua harus paham, bahwa ada perbedaan tugas antara Kemenko dengan Kementerian biasa yang sifatnya lebih teknis dan soal taktis di lapangan.

Maka, jangan membandingkan kerja Puan Maharani dengan bombastisnya kerja Susi Pudjiastuti, Sri Mulyani, Retno Marsudi, dan sederet Menteri lain yang sifatnya langsung berurusan dengan teknis kebijakan di lapangan. Tapi perlu kita ketahui, bahwa Susi Pudjiastuti pasti melakukan koordinasi dengan Menteri di atasnya, yaitu Menko Kemaritiman. Sri Mulyani juga pasti melakukan koordinasi dengan Menteri di atasnya, yaitu Menko Perekonomian, dan Retno Marsudi juga akan melakukan koordinasi dengan Menteri di atasnya, yaitu Menko Polhukam. Begitu pula jika kebijakannya berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, sosial, desa dan daerah tertinggal, maka koordinasinya harus dengan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yaitu Puan Maharani.

Jadi, tugas Menko memanglah begitu. Seperti tidak tampak, tapi sebenarnya berperan sangat penting dalam sebuah kebijakan pada Kementerian di bawahnya. Sampai disini, bisa dipahami? Ngerti ora, Son? Artinya, kalau sudah paham, berarti Anda tidak mungkin menyalahkan penjaga gawang gara-gara tidak mencetak gol karena tugas menjebol gawang lawan itu adalah tugas striker.

Soal kerja dan apa yang dilakukan Puan Maharani, kita tidak melihat atau memang tidak mau melihat? Kalau Anda termasuk kategori pertama, solusinya mudah. Di zaman digital seperti sekarang, mudah sekali untuk mencari rekam jejak seseorang, termasuk apa yang dilakukannya. Sangat banyak sekali berita tentang Puan Maharani, termasuk prestasi-prestasi yang telah ditorehkannya, serta prestasi Kementerian yang dipimpinnya. Kalau Anda termasuk kategori kedua, maka percuma saja mempunyai paket data internet karena yang lebih menarik adalah mencari keburukan dan niat awalnya memang untuk nyinyir terhadap Puan Maharani, terutama secara personal.

Puan Maharani tidak sebombastis Susi, dalam pemberitaan misalnya, memang betul. Tapi yang jelas dan pasti, Puan Maharani bekerja meski tak booming di media. Banyak yang telah dilakukannya untuk kemajuan bangsa.

Artinya, Puan Maharani bekerja keras, meski dalam diam. Tentu saja banyak kekurangan, tapi tak seburuk yang selalu disangkakan dan dinyinyirkan sebagian orang serta mungkin "robot" pesanan. Buktinya, Indicator Indonesia (i2) memasukkan Puan Maharani sebagai salah satu Perempuan Top Person dan Top Influencer 2016 di Indonesia. Tak hanya itu, Puan Maharani juga masuk dalam daftar 99 Most Powerful Women 2017 yang dirilis oleh GlobeAsia. Namanya bersanding dengan perempuan-perempuan hebat dan memiliki pengaruh besar bagi bangsa ini. Puan Maharani berhasil nangkring di posisi ke-enam.

Biarkan saja mereka nyinyir, tapi proses dan pencapaian hasil kerja-lah yang akan membuktikannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x