Mohon tunggu...
Muslifa Aseani
Muslifa Aseani Mohon Tunggu... Momblogger Lombok

www.muslifaaseani.com Founder www.selongblogger.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Melodi Nusantara Mendunia bersama Sound Of Borobudur

11 Mei 2021   21:55 Diperbarui: 11 Mei 2021   22:06 655 9 6 Mohon Tunggu...

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu saya kembalikan : adakah yang pernah merekam komposisi ansambel musik pada abad 8 ini? Artinya, kita sama-sama tidak tahu. Dan saya yakin tidak satupun orang di masa kini yang pernah mendengarnya secara langsung, atau minimal memiliki data audionya.= Trie Utami, Sound of Borobudur.

Satu tirai megah terbuka, menunjukkan sekelompok pemusik bersiap dengan masing-masing alat musiknya. Satu sorot terang menampakkan Trie Utami. Seorang yang saya kenal sebagai penyanyi, namun makin ke sini, semakin lekat sebagai seorang musisi. Tak berapa lama, liukan tiupan suling mengalun. Perlahan, ritmis tabuh kendang mulai mengiringi. Tak tahu di hitungan detik ke berapa, kini semua alat musik tampak dimainkan bersama.

Indonesia tanah air beta | Pusaka abadi nan jaya |Indonesia sejak dulu kala | Tetap di puja-puja bangsa - Lirik Lagu Nasional 'Indonesia Tanah Air Beta', Ismail Marzuki

Tampak mulut para hadirin bergerak-gerak. Sebagian besar mereka turut mendendangkan bait-bait lagu nasional ini. Makin banyak, ketika Trie Utami mulai menyanyikan, kali ini dengan sedikit cengkok keroncong modern. Bagi saya keroncong modern, karena pakem keroncong, auto membayangkan merdunya suara penyanyi Sundari Sukoco. Jelas jauh berbeda dengan gaya menyanyi mbak Trie pastinya.

Berikutnya, medley lagu daerah. Bagian paling ngangenin dari setiap momen upacara kenegaraan setiap tanggal 17 Agustus. Kali ini, saya pun ikut-ikutan seperti hadirin yang tampak di layar. Hampir semua lagu bisa saya ikuti dan bernyanyi dengan senang. Dari ujung barat, ada Bungong Jeumpa. Masih bernada rancak, Sinanggar Tulo dari negeri Danau Toba nan indah. Saat sampai di Kampuang Nan Jauh Di Mato, tak tertahan, mata berlinang. Negeri pertiwi gemah ripah loh jinawi, namun di luar sana, banyak saudara sebangsa yang harus menjemput rezeki di luar negeri.

Masih juga dengan sesak tertahan, saat turut mendendangkan liris Gending Sriwijaya. Lalu, berusaha kembali tersenyum saat tak sadar ada bagian tubuh turut bergoyang, saat dendangkan Jali Jali. Indahnya Indonesia. Saya yang suku Sasak, suku terbesar di pulau Lombok, bisa turut berbahagia menyanyikan banyak lagu daerah lain. Mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Plus, sebagian besarnya hapal luar kepala!

Buncah bangga, ketika Sound of Borobudur (SoB) juga menyelipkan lagu daerah saya. Kadal Nongaq.

Kadal Nongak Lek Kesambik | Benang Katak Setakilan | Ado Dende Mun Cempake Si Kembang Sandat | Sak Sengake Jari Sahabat - Lirik Lagu Daerah Lombok 'Kadal Nongak' - NN.

Medley lagu daerah berlanjut. Lalu sempat terpotong dengan sedikit kisah tentang SoB. Bahwa, saat ini telah berhasil direkonstruksi belasan alat musik dari ratusan alat musik yang terpahat di relief Candi Borobudur. 

Cordophone atau alat musik berdawai disebut dengan WINA atau MANDELI dalam kategori TATA VADYA, gendang tanah liat  atau sound pot disebut MRDANG, kenong-bonang atau talempong disebut BREKUK, ceng ceng atau simbal disebut REGANG, alat tiup dalam kategori SUSHIRA VADYA, alat-alat tiup itu biasa disebut WAMSI atau BANGSI, alat tabuh dengan membran adalah kategori AVADANA VADYA dan alat-alatnya biasa disebut MURAWA, KENDANG, PATAHA, PADAHI, dawai dengan bentuk harpa disebut WINA RAWANA HASTA, Instrument kategori ideophone disebut GHANA VADYA, dan lain-lain. Kutipan dari Web SoB.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x