Hiburan

Ren Tobing Puas Garap Video Klip "Tengah Malam" di Singapura

13 Maret 2018   06:03 Diperbarui: 13 Maret 2018   08:11 600 0 0
Ren Tobing Puas Garap Video Klip "Tengah Malam" di Singapura
(dok. pribadi)

Jakarta - Setelah vakum kurang lebih 6 tahun lamanya di dunia musik, Ren Tobing kembali meluncurkan single terbarunya di awal tahun 2018 berjudul "Tengah Malam" dibawah bendera Nagaswara.

Singel yang dicipkatan musisi Andi Rianto dan liriknya oleh Monty Tiwa bercerita tentang kisah pribadi ketika penantian cinta yang dulu ia rasakan, yang diibaratkan kisaran lagu yaitu penantian "Tengah Malam".

"Konsep musiknya lebih murni mengusung genre pop sedikit lebih rentro tahun 90an atau awal tahun 2000an untuk progresif chordnya, sehingga lagu ini akan terasa menyentuh hati. Dan kalau sebelumnya beberapa kali saya ngeluarin single lebih kearah beat, disko dan segala macamnya, tapi di single Tengah Malam ini genrenya lebih ke arah murni pop agak mellow-mellow sedikit. Jadi nuansa nya agak berbeda dengan saya yang dulu, single ini juga lebih mnimalis dalam bermusik," ujar Ren Tobing di obrolan santai, dikawasan TB. Simatupang, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Kesibukannya penyanyi yang juga menjabat sebagai Co-Founder & Chief Commercial Officer Topotels Hotels and Resorts -- Indonesia, Malaysia, Myanmar membuat Ren agak sulit membagi waktu dalam membuat video klip single 'Tengah Malam'. Namun Ia beruntung saat berada di Singapore dengan lagu nya ini mengingat judulnya yang Tengah Malam shotingnyapun pada malam hari.

ce4ea4d1-4f2d-49e9-a32c-ba22b478d791-5aa706b0caf7db28963a18c4.jpeg
ce4ea4d1-4f2d-49e9-a32c-ba22b478d791-5aa706b0caf7db28963a18c4.jpeg
"Video klipnya sudah selesai beberapa hari yang lalu dan lagi proses editing, shootingnya di Singapore yang kebetulan juga ada kerjaan seputar akan dibukanua Topotels baru sehingga selesai kerja malamnya baru lakukan shooting video klipnya. Untungnya judulnya 'Tengah Malam' sehingga shooting nya juga malam," beber pelantun "Cinta Terlarang" yang dijadikan OST Film Arisan (2004) lalu.

Mengenai video clipnya yang diambil secara mendadak, menurut pria yang menyukai olahraga basket dan golf ini bahwa dalam video klip nya lagu Tengah Malam mencoba mengambil keramaian di Singapore dengan nuansa kemewahan dan gemerlap. "Sebenarnya nggak harus di Singapore sih, mungkin karena pas kebetulan lagi tugas disana ya sekalian sajalah, dan itupun nggak mengganggu pekerjaan karena shooting nya malam," ungkapnya.

Meski pengambilan gambar nya di Singapore menurutnya, dana yang dikeluarkan terbilang masih lebih rendah dibanding saat pembuatan video klip single sebelumnya. "Kalau dulu mungkin karena sewa kamera yang menggunakan pita dan lainnya itu lebih mahal, tapi kali ini hanya dengan kamera biasa tapi hasilnya luar biasa. Untuk drone nya pun pakai yang kecil tapi canggih. Lebih enak nya lagi juga shooting disana kita mendapatkan kebebasan tidak dikenakan biaya apapun, ya seperti di lokasi Art Museum dan lainnya. Yang terpenting tidak menggunakan flash atau lampu,"terangnya.

Ren Tobing pun berharap video clipnya nanti akan menarik perhatian publik pasalnya dikerjakan oleh tim ahli dalam menggarap vclip dan bekerjasamanya dengan Nagaswara meluncurkan single 'Tengah Malam' menjadi impiannya bisa terwujud untuk menjadikannya album kedepannya. Selain itu, single dan album nya nanti yang sudah disiapkan 10 lagu baru juga dapat dinikmati dan disukai oleh para penikmat musik Indonesia. Ren juga berharap bisa sampai negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore.

"Saya sekarang berhasil membawa perusahaan Topotels menjadi perusahaan regional dan aktif di mancanegara, semoga single dan album ini pun demikian adanya, walaupun tentu step nya ya domestik dulu tapi sambil mimpi berharap go international," tandas Ren Tobing tersenyum.[musa san]