Mohon tunggu...
Musafar
Musafar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Anak Desa

Jurnalistik. Suka Nulis Puisi, Kalau Suka kamu banyak saingan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bola Mati

2 Oktober 2022   21:38 Diperbarui: 2 Oktober 2022   21:50 168 14 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Gambar via Pixabay.com

Oktober memberi kabar
Ihwal bola menggelinding
ihwal jaring yang bersaksi
bola menggetar
dentuman menyasar

lapangan hijau menjadi kelabu
saat bola mati berhenti
saat kawan dan lawan berjabat tangan
riuh suara menggema
fanatisme mengentak raga
jiwa-jiwa itu musnah
merenggut nyawa

Yel-yel kekalahan
berubah menjadi jargon kematian
saat asap mengudara dari berbagai arah
semua bisa apa
sekedar singgah pun menjadi kena
tak tahu apa-apa
tiba-tiba harus rela

Air mata tumpah
meresapi gas air mata
aparat pelindung begitu sumringah
berlari seperti anak kecil
memukul kambing-kambing yang hendak masuk ke ladang
tumbang, dipukul mundur
mati tak berdaya

Oktober hari pertama begitu istimewa
menciptakan duka dan air mata
dunia merana
kepada siap lagi hendak mencari perlindungan ?
Selain kepada Tuhan, bukan kepada keparat 

Safar, 2/10

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan