Mohon tunggu...
Musafar Ukba
Musafar Ukba Mohon Tunggu... Mahasiswa - Anak Desa

Menulislah ,,,,­čî║­čî║ Jurnalistik 2020

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Api Menyulut di Amarilis

3 November 2021   01:02 Diperbarui: 28 Desember 2021   21:58 187 21 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Api. Gambar via Pixabay

Hawa panas menyelimuti
Bunga api mekar diatas tumpukan marah
Berlapis darah dan dendam membara
Hempasan angin semakin meyulut api menyala

Petas kecil mulai melahap satu per satu
bunyi kresek ranting dedaunan kering hancur lebur bersama ranting rapuh tak berdaya luluh lantahkan semua ragu

Api Menyulut semakin tak terarah
Jiwa bersiteru dengan kenyataannya pilu tak ubahnya seperti batu diatas bara mendidihkan asa, dan raga diatas daya yang tak berupaya

Api perlahan mereda setelah tumpukan amarah terbakar sudah, menyisakan sisa merah hawa panas dan debu menyatu menumpukkan puing-puing pilu berterbangan terhempaskan bersama lega bahagia

Sesaat mendingin di atas bukit tinggi menyaksikan kerlap cahaya sejauh mata memandang, tertawa diatas asap mengepul sisa api membakar, melahap dan sedikit beraksi dalam gulita, tawa nyaring memecah sunyi, dendam berkepanjangan masih  saja ada

Musafar Ukba, Amarilis 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan