fxfelly murwito
fxfelly murwito

bapak satu istri dan satu putri.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Padahal yang Dibutuhkan Hanya Mendengar

13 Oktober 2017   13:55 Diperbarui: 13 Oktober 2017   14:06 240 0 0

Apakah Anda sudah memiliki pasangan? Kalau iya, cobalah untuk menganalisa diri, apakah Anda adalah seseorang yang memiliki empati pada pasangan? Kemudian, apakah pasangan Anda juga memiliki hal yang sama?

Jika dua-dua dijawab dengan, minimal anggukan kepala, maka Anda berdua adalah pasangan yang ideal. Dimana masing-masing pribadi secara seksama mampu membaca emosi masing-masing pasangan. Paling tidak hal itulah yang disimpulkan oleh tim peneliti dari Harvard University.

Bagaimana cara meningkatkan hubungan dengan pasangan?
Penelitian di Harvard University tersebut  menggaris bawahi pada perbedaan jenis kelamin yang dinamikanya sangat tinggi. Bagi beberapa penasehat pernikahan atau pasangan yang telah mendapat medali perak dalam pernikahannya mungkin akan bisa memahami hal ini.

Bahwa wanita lebih puas dalam hubungan mereka jika pasangan mereka secara akurat berempati dan tidak memiliki sikap negatif. Sementara itu, pria lebih puas ketika mereka selalu mendapat emosi yang posistif dari pasangannya.  

Yang harus dilakukan
Jika pasangan ingin bahagia saat menjalin hubungan, tim peneliti menyarankan pasangan pria untuk memiliki kemampuan memahami dan berempati dengan emosi negatif pasangan perempuannya. Di mata pria, emosi negatif perempuan bisa sangat merusak padahal yang sesungguhnya perempuan tidak akan pernah punya keinginan untuk merusak hubungannya.

Emosi negatif perempuan sepertinya sebuah ancaman, padahal tidak. Dan para peneliti mengatakan bahwa untuk melakukan hal tersebut tidak saja dibutuhkan upaya, melainkan ketepatan dalam merespon emosi sehingga dua-duanya akan memiliki dampak yang saling terkait.

Maka jika Anda dan pasangan dalam menjalin hubungan merasa tertekan atau jika Anda ingin membuat hubungan yang lebih baik, sebaiknya Anda melakukan beberapa cara berikut untuk membangun ketrampilan dan membuat rasa empati Anda bekerja dengan baik.

Dibalik pesan emosi
Pesan emosi dan yang emosional tidak sama dengan kata-kata yang diucapkan pasangan Anda. Pasangan mungkin mengkritik Anda untuk tidak menghabiskan banyak waktu bersama teman, hobi. Akan tetapi pesan dibalik sikap emosional tersebut, "Aku merindukanmu dan aku takut aku tidak penting lagi bagimu."

Tunda emosi
Ketika pasangan mengungkapkan sesuatu yang penting, jangan bereaksi dan merespon. Karena biasanya respon atau reaksi tersebut akan mengekspresikan pembelaan diri. Tidak ada salahnya untuk mengambil nafas, dan dengarkan saja kritikan atau emosinya. Selalu ingat dibalik emosi pasti ada sesuatu yang tak ingin dikatakan. Tunda emosi dan dengarkan saja emosinya.

Renungkan emosinya
Membela diri sama dengan membangun tembok pembatas untuk melindungi diri dari emosi pasangan Anda. Semakin lama waktu yang diambil untuk beradu argument, maka masing-masing pasangan akan memiliki benteng pertahanan yang dilengkapi dengan persenjataan paling mutakhir.

Padahal yang Anda butuhkan hanya mendengar.
Besok, mungkin lusa atau diakhir minggu buatlah janji untuk makan malam bersama di suatu tempat yang romantis lalu katakan kepada pasangan bahwa Anda benar-benar merindukannya dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Tutup makan malam dengan kalimat, "Terima kasih telah mengingatkan aku, dan kau harus tahu bahwa sampai hari ini aku masih mencintaimu sangat..."

sumber: https://www.adultdevelopmentstudy.org/