Mohon tunggu...
Murni Oktarina
Murni Oktarina Mohon Tunggu...

Lahir dan menetap di Palembang. Penulis Novel Merindumu, Novel Goodbye My Days, dan Buku Kumpulan Cerpen Penantian di Bawah Sakura

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Ulasan Film "13 The Haunted", Tragedi Resort Berdarah di Pulau Ayunan

28 Juli 2018   09:02 Diperbarui: 28 Juli 2018   09:37 0 4 3 Mohon Tunggu...
Ulasan Film "13 The Haunted", Tragedi Resort Berdarah di Pulau Ayunan
21cineplex.com

Film horor sepertinya sudah menjadi salah satu genre film yang banyak disukai oleh penonton di Indonesia.  Mulai dari produksi film yang makin meningkat setiap tahunnya serta diimbangi dengan kualitas film yang semakin baik, membuat film horor indonesia dapat bersaing dengan film horor negara lainnya. Salah satunya yaitu film produksi RA Pictures yang berjudul 13 The Haunted. Film ini menjadi film horor ke dua rumah produksi yang masih terbilang baru setelah sukses dengan Film horor perdananya yang berjudul The Secret.

Dalam film yang dibintangi 9 artis muda berbakat ini, penonton diajak untuk menyaksikan kengerian para tokoh saat melihat wujud asli arwah penasaran melalui 13 cara unik yang lucu namun menegangkan. Ya, film yang disutradari Rudi Soedjarwo ini memang dibumbui dengan beberapa adegan lucu dan dialog-dialog yang dapat memancing tawa penonton. Akting para pemain cukup enak dinikmati, terutama aksi kocak Endy, Mumuk, dan Atta.

Untuk film horor, 13 The Haunted menawarkan hal biasa yang sudah banyak terjadi. Akan tetapi, yang membuat segar film ini sang sutradara mampu membuat alur cerita yang menarik dan tidak membosankan. Untuk ketakutan yang diciptakan, beberapa adegan cukup mengejutkan. Salah satunya adegan makan bersama yang ternyata mereka menikmati makanan yang tak pernah mereka bayangkan.

Sebagai film horor ringan dengan jalan cerita yang tidak akan membuat kening berkerut, tentu film ini bisa dinikmati para penontonnya. Bagaimana kengerian dan keseruan film berdurasi 107 menit ini? Simak ringkasan ceritanya di bawah ini ya.

Film 13 The Haunted mengisahkan tentang tujuh anak muda yang bersaing dengan The Jackal yang beranggotakan sepasang kekasih bernama Klara (Mikha Tambayong) dan Joy (Achmad Megantara). The Jackal dikenal dengan vlog mereka yang meliput keberadaan hantu di tempat-tempat yang menakutkan dan telah menghasilkan jutaan views. Hal inilah yang membuat Rama (Al Ghazali) dan teman-temannya iri dan ingin mengikuti jejak The Jackal.

Adegan di awal film sudah cukup mencekam dengan menampilkan arwah seorang perempuan yang gantung diri. Ternyata adegan ini merupakan salah satu video hasil liputan The Jackal. Garin (Endy Arfian) yang bercita-cita menjadi seorang produuser film horor, memberikan sebuah ide kepada teman-temannya untuk membiuat vlog horor seperti yang dilakukan oleh Klara dan Joy. Semua setuju dengan ide Garin, kecuali Hana (Marsha Aruan), adik Rama. 

Gadis cantik dan manja yang disukai Garin ini memang penakut. Setelah Garin berjanji akan selalu menjaganya, Hana tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setuju. Garin yang grogi melihat senyum manis Hana untuknya, tiba-tiba kentut dan membuat suasana yang serius menjadi gaduh. Kentut Boy, julukan tersebut memang sangat pas untuk Garin yang selalu kentut karena grogi jika berdekatan dengan Hana.

Sampai di suatu hari, Quincy (Stefhanie Zamora Husen) melihat diam-diam laptop Klara dan menemukan sebuah tempat di Pulau Ayunan yang cocok untuk dijadikan bahan vlog mereka. Tanpa Quincy dan teman-temannya ketahui, sebenarnya tempat yang disebut Resort Berdarah tersebut memang sangat berbahaya. Klara yang pemberani saja tidak ingin mengambil risiko meski kekasihnya Joy berusaha mengajak dan membujuk Klara untuk ke sana. 

Resort yang menjadi tempat pembantaian satu keluarga yang terjadi 13 bulan yang lalu, tepatnya pada pukul 1 malam lewat 10 menit tersebut telah dikenal sebagai tempat angker dan berbahaya. Polisi-polisi yang ke sana untuk menyegel tempat itu saja tidak dikabarkan tidak pernah kembali lagi.

Akhirnya tujuh anak muda borjuis ini tiba di Pulau Ayunan, tepat pada pukul 13.00. Garin dan Farel (Atta Halilintar) mulai memvideokan keberadaan mereka di sana. Sesampainya di resort, mereka cukup dibuat keheranan. Sebab kondisi resort tersebut tak seperti yang mereka lihat di foto. Dalam foto yang mereka lihat, kondisi resort sudah tua dan menyeramkan. 

Akan tetapi saat ini di hadapan mereka kondisi resort sama sekali tidak menyeramkan. Manajer resort, Fandi (Jeremy Thomas) mengatakan jika kejadian berdarah di resort ini hanya gosip belaka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x