Edukasi

Resensi Buku |"Tunas Bangsa Penuh Pengorbanan" (2010)

6 Januari 2019   01:47 Diperbarui: 6 Januari 2019   08:30 120 0 0
Resensi Buku |"Tunas Bangsa Penuh Pengorbanan" (2010)
dokpri

BERJIWA PATRIOT

Judul                 : Tunas bangsa penuh pengorbanan                                                                                                                             

Penulis             : A. Setiawan                                                                         

Penerbit           : Rama Edukasitama, Jakarta

Tahun               : 2010                                                                                     

Tebal                 : 90 halaman + 4 halaman prakata dan daftar isi

Bahasa             : Indonesia                                           

Sampul            : Latar putih                                 

Buku ini ditulis oleh A. Setiawan adalah seorang wartawan dan penulis buku. A.Setiawan saat ini berprofesi sebagai wartawan Radio BBC di London. Sebelumnya adalah wartawan Kompas di Jakarta dan pengajar di Universitas Pasundan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selain sebagai wartawan, ia juga menulis buku, terutama puisi, cerpen dan sejarah.

Buku Tunas bangsa penuh pengorbanan ini bertema tentang patriotisme. Patriotisme sendiri memiliki arti sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Dalam buku ini lebih menceritakan bagaimana seseorang yang berani berkorban demi nusa bangsa dan orang yang berada disekitarnya.

Buku ini mengajarkan bagaimana sikap yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak saat ini. Dapat kita lihat saat ini, bahwa jiwa patriotisme dan nasionalisme generasi muda sekarang sudah mulai memudar atau luntur. Maka dari itu dengan buku ini penulis berharap anak-anak dapat meneladani sikap patriotisme, agar dapat dipupuk kembali jiwa patriotisme yang telah memudar pada kalangan anak-anak. Generasi muda adalah harapan bangsa untuk membangun dan meneruskan cita-cita bangsa atas nasib bangsa ditahun-tahun yang akan mendatang. Generasi muda juga merupakan sumber semangat, penuh harapan dan gigih untuk mencapai mimpi dan mewujudakan cita-cita.

Dengan memiliki jiwa patriotisme yang kuat karakter bangsa akan mudah dibentuk dan memiliki budi pekerti yang luhur. Dapat kita ketahui bersama bahwa dalam pembentukan karakter anak bangsa tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan namun membutuhkan proses dan langkah yang benar untuk menciptakan karakter anak bangsa yang baik dan memiliki budi pekerti. Seperti cerita yang digambarkan pada buku ini, semangat pantang menyerahpun selalu digambarkan untuk memotivasi anak agar dapat terus maju.

Buku Tunas bangsa penuh pengorbanan ini mengisahkan bagaimana kebesaran jiwa seorang anak muda yang bernama Agusta. Agusta adalah seorang anak SD yang berasal dari kampung Cipari, ia memiliki jiwa patriot yang sangat kuat. Ia sering memberikan contoh yang baik kepada kawan-kawan sebayanya. Bahkan tindakannya itu banyak dicontoh oleh mereka yang telah dewasa. Dalam buku ini terdapat sepuluh tema kejadian permasalahan yang diceritakan. Dan masing-masing cerita memiliki keunikannya sendiri.

Dalam salah satu permasalahan yang digambarkan oleh penulis, terdapat masalah yang kadang sering terjadi di lingkungan kita yaitu perkelahian antar anak-anak. Dalam penggambarannya perkelahian itu disebabkan oleh kejahilan seorang anak, yang ia merupakan anak dari orang terpandang di desa tersebut. Dalam permasalahan yang digambarkan orangtua di desa tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah perkelahian tersebut. Sehingga Pak Lurah di desa itu memanggil Agusta untuk membantu menyelesaikannya. Agusta yang dianggap mampu menyelesaikan masalah tersebut pun ternyata dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan mencari akar permasalahan dengan mendatangi kedua kelompok yang berkelahi dan menyelesaikan masalah tersebut walaupun banyak rintangannya.

Dalam pemecahan masalah yang terdapat di buku Tunas bangsa penuh pengorbanan sangat bagus diteladani oleh anak-anak. Karena dalam penyelesaiannya, masalah tersebut diselesaikan oleh anak-anak. Ini menggambarkan bahwa anak-anak juga dapat berperan aktif di lingkungan masayarakat jika ia mau berpikir kritis dan bergerak aktif seperti Agusta yang digambarkan pada buku tersebut.

Penggambaran anak-anak dalam buku ini juga tidak melulu soal bermain saja atau belajar saja, seperti kebanyakan buku selama ini. Akan tetapi buku ini menceritakan bagaimana penyatuan antara belajar dan juga bermain. Seperti dalam cerita, ada sebuah perlombaan pembuatan maket masjid yang didalamnya terselip nilai-nilai moral yang patut dijadikan contoh untuk anak-anak.

Nilai-nilai moral yang patut dijadikan contoh seperti sikap sportivitas, lapang dada, kejujuran, kepatuhan terhadap orang tua dan juga masih banyak lagi nilai-nilai moral yang telah digambarkan dalam buku Tunas bangsa penuh pengorbanan ini

Setiap karya pasti memiliki kekurangan atau kelemahan, tidak terkecuali buku ini. Dalam penulisannya hampir setiap halaman pada buku ini terdapat kesalahan penulisan, ataupun ejaan. Seperti contoh pada halaman pertama Pak Dadang pun terkena dalam kebaikannya, itu seharusnya tidak terkena akan tetapi terkenal walaupun hanya kurang satu huruf akan membuat bingung pembacanya, terlebih lagi pembaca buku ini pasti kebanyakan adalah anak-anak. Pada halaman kesepuluh terdapat kalimat kemudian Agusta minta diri dan langsung pergi kerumah Pak Lurah. Dalam kalimat minta diri ini mungkin dapat diganti dengan kata-kata yang lebih akrab ditelinga anak-anak. Di halaman kesembilan juga terdapat kesalahan yaitu tidak adanya spasi atau jarak antar kata, sehingga kata dalam kalimat gabung. Ini menjadi sulit dipahami untuk pembaca khususnya anak-anak.

Pemerhatian penggunaan huruf kapital juga masih kurang di dalam buku Tunas bangsa penuh pengorbanan ini. Terdapat beberapa huruf yang seharusnya menggunakan huruf kecil tetapi menggunakan huruf besar. Sampul pada buku ini pun terlihat kurang menarik, karena tidak ada gradasi warna dalam tulisan judul maupun dalam latar sampul. Kekurangan yang lain pada buku ini adalah tidak adanya keterangan profil dari penulis buku ini. Biasanya kebanyakan buku terdapat profil sedikit mengenai penulis dibagian akhir halaman akan tetapi pada buku ini tidak. Terdapat juga singkatan yang mungkin seharusnya dijelaskan keterangannya, karena tidak semua anak-anak mengerti tentang singkatan tersebut.

Kelebihan dari buku Tunas bangsa penuh pengorbanan ini adalah terdapat gambar pada setiap halamannya. Ini membuat isi buku menjadi lebih menarik dan tidak membosankan setiap membacanya. Terlebih anak suka membaca buku jika terdapat banyak gambar didalamnnya. Untuk warna gambar pada setiap halamannya sudah cukup menarik karena beragam warnanya. Tulisan pada setiap halamannya pun ditulis dengan ukuran besar dan juga tidak terlalu padat. Karena anak-anak sering malas membaca buku jika tulisannya terlalu padat. Untuk cerita didalam buku ini pun menarik dan juga sangat cocok untuk dibaca anak-anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2