Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Wiraswasta - Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulygigih5635

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Piala Dunia Qatar 2022, Drama dan Euforia

25 November 2022   08:37 Diperbarui: 5 Desember 2022   12:38 584
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam piala dunia kali ini, barangkali ada terbersit rasa kecewa bagi sebagian besar penggemar bola.

Pertama, tim pangeran biru Italia absen tampil di ajang prestisius ini. Tim yang telah berhasil memenangi empat piala dunia ini gagal lolos ke Qatar. Ironis dan menyedihkan. Pasalnya tim biru belum lama ini, tahun 2021 bersinar. Dengan piawai berhasil menjuarai Euro 2020, level tertinggi kompetisi bola Eropa. Saat final, Gli Azzuri menumbangkan tim tiga Singa Inggris yang tangguh dan kala itu difavoritkan juara.

Namun apa mau dikata, rupanya nasib berkata lain. Saat menapaki seleksi piala dunia, Itali tersungkur. Gigit jari, gagal terbang ke Doha. Harapan tinggi publik Itali pupus. Mereka berduka. Fans bola duniapun ikut kecewa dengan absennya Italia.

Kekecewaan kedua, adalah gagalnya timnas Norwegia tampil di Qatar. Sebenarnya bukan karena timnas Norway, tetapi lebih karena publik bola dunia sangat ingin menyaksikan aksi spektakuler Erling Haaland.

Haaland adalah striker bintang yang sangat benderang saat ini. Memperkuat klub Manchester City Inggris setelah kepindahannya dari Borrusia Dortmund, klub papan atas Jerman. Tentu saja bujangan muda tinggi besar asli Norwegia ini juga jawara andalan skuad timnas negaranya.

Di liga Premier Inggris, Haaland mencuri perhatian dunia lewat aksi - aksi fantastisnya yang spektakuler. Sayangnya Norway tidak manggung di world cup. Haaland bintang bola paling bersinar pengganti CR7 dan Messi masa datang tak bisa menyinari Qatar. Publik bola sangat menyayangkan.

Bintang lainnya yang tak bisa bersinar adalah Karim Benzema dari timnas Prancis. Benzema, striker El Real Madrid adalah penerima terkini Balon d' Or, lambang supremasi individu bintang bola. Yang terpaksa absen di Qatar karena cedera. Juga Sadio Mane striker Bayer Muenchen dan andalan timnas Senegal. Harus rela istirahat, hanya menjadi penonton karena terserang sakit.

Bagi Cristiano Ronaldo kapten Portugal, pesta bola di Qatar ini adalah ajang pembuktian terakhir kehebatannya di level tertinggi sepak bola. Mampukah dirinya mengantar Portugal meraih piala dunia yang pertama? CR7 setelah sukses mengantar Portugal menjuarai kompetisi Euro pasti sangat berambisi menutup karirnya dengan memboyong piala dunia.

Demikian juga bagi Lionel Messi, kapten Argentina. Setelah sukses memimpin tim Tango menjuarai Copa America yang terakhir dan piala Finalissima inilah saatnya Messi dkk berupaya keras merebut kembali piala Jules Rimet. Mengulang sukses tahun 1978, ketika Mario Kempes dkk menumbangkan tim Oranje Belanda di final dan mengangkat piala dunia. Juga sukses Diego Maradona yang di final piala dunia 1986 menumbangkan Jerman di final dengan skor 3 - 2. Mampukah Leo dkk menjemput piala prestisius itu dan menorehkan sejarah untuk ke tiga kalinya. Publik Argentina menyebut inilah golden era sepak bola Argentina. Bakal terbuktikah?

Pewacanaan publik menjagokan Argentina, Prancis, Brazil dan Jerman sebagai kandidat peraih piala kali ini.

Namun banyak juga khalayak  mengharapkan kebangkitan tim negeri kincir angin Belanda untuk melaju. Mengobati kemunduran dunia bola yang akhir - akhir ini melanda negeri bawah laut itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun