Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulypom2

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Kanada dan Alaska di Musim Gugur, Catatan Perjalanan 4

23 September 2019   13:01 Diperbarui: 23 September 2019   13:09 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kanada dan Alaska di Musim Gugur, Catatan Perjalanan 4
Vancouver Island Kanada. Dokpri

Makan malam pertama di Kanada. Thai food. Ayam, Daging, Ikan, Sayur, Mi, Pathay, Nasi... Yummy..... Kekenyangan.
Cek in Hotel di sentral Vancouver. Menginap semalam. Besok dengan Ferry sekitar 4 jam akan menyeberang ke kota Victoria. Ibukota Provinsi British Columbia, di Vancouver Island.

Membongkar koper. Mandi di shower yang keras memancurkan air segar. Selesai... Bersiap untuk menghadapi konflik dengan jam biologis.

Jam 10 malam waktu Vancouver. Pinginnya segera tidur pulas, istirahat. Namun Jam biologis masih berkutat pada setelan di tanah air. Belum waktunya untuk lelap, mesti dipaksa.

Waktu Vancouver  16 jam lebih lambat dibanding Jakarta. Jam 10 malam  Vancouver sama dengan jam 8 pagi di Jakarta. Saat biasanya mata baru segar segarnya.

Terpapar Jet Lag akibat penerbangan panjang. Melewati perbedaan zona waktu sangat lebar, 16 jam lebih lambat. Kalau ke Eropa Barat Jakarta lebih cepat antara 5 sampai 7 jam. Ini lebih parah.

Jet Lag menyertai, badan lemas tapi sulit tidur. Harus berjuang untuk bisa bersahabat dengannya.

Denting denting suara pesan masuk WAG yang ada.  Melemahkan perjuangan. WA mau di off merasa sayang. Kepo berita dan rumpian dari Tanah Air.

Denting WA bertubi tubi. Memuat Ucapan selamat pagi, selamat beraktivitas, ajakan ngopi, selamat ultah, ucapan dukacita, doa untuk segera sembuh, ucapan HWA, Lagu lagu, Animasi lelucon, Stiker stiker Keren dan Norak, Cerbung. Copasan Wisdom, Nasihat, Kiat hidup, resep Obat Mujarab, dst dsb dll. Meriahnya dinamika jagat medsos.

WA adalah teman dekat yang selalu dibuka dan dirindukan. Konon dari hasil penelitian, orang membuka Gadget untuk bermedsos rata rata dilakukan 30 kali per hari. Anda berapa kali ? 100 kali per hari ? Atau malah lebih?

Gibag gibig, mata sulit terpejam. Ketika merasa lelap, tiba tiba terjaga. Ternyata baru jam 2 pagi. Akhirnya melotot terus, tidak bisa tidur kembali.

Itulah salah satu tantangan ketika melakukan penerbangan sangat jauh. Jet Lag ibarat sahabat yang tidak diharapkan. Namun selalu mengiringi di awal awal hari. Perlu kesabaran untuk mengelolanya.

Jam lima pagi alarm berbunyi. Meskipun tidak diperlukan lagi, karena masih jaga. Mata masih terpicing berat. Susah payah mengumpulkan nyawa yang tersebar. Terkumpul 80 persen, lumayan.

Ayuuk bangun...

2. Victoria

2.1 Voyage to Victoria
#Paradise Street, Damai dalam keberagaman Agama dan Keyakinan#


Hari ini berskema 5-7-8. Pukul 5 pagi wake up call, Breakfast jam 7. Pukul 8 chek out dan go. Lengkap dengan Kopor dan barang bawaan.

Beratnya perjuangan hari pertama. Ternyata seluruh anggota rombongan sukses tak lewat waktu. Meski mulai ada yang tergagap menyantap sarapan ala Eropa. Roti, keju, telor orak arik, telor rebus, kentang, tomat bakar, jamur kukus, daging sapi, turkish, susu, orange dan apple juice dsb.

Sorry guys no Nasi to day, kata pramusaji cewek Kanada tanpa rasa bersalah.

Meskipun begitu tetap Horee bravo. Semua tepat waktu dan perut penuh.

Bus putih pelan meninggalkan hotel. Doa bersama untuk keselamatan perjalanan, untuk para mendiang orang tua serta kerabat yang sakit.

Bus melaju ke luar kota. Menuju pelabuhan penyeberangan Ferry, di luar kota.

Pauline dengan slank dan logatnya yang khas menjelaskan di depan.

Kanada negara sangat luas. Perairan dan daratannya lebih luas dari Negara kita. Jumlah penduduk seluruhnya hanya 36 juta orang lebih sedikit. Tiga kali kurang dari penduduk kota Jakarta yang 13 juta. Imagine...

Kanada sangat welcome terhadap  refugee, pengungsi ataupun pendatang biasa. Di Kanada untuk memperoleh kartu PR (Permanent Resident) juga relatif mudah. PR adalah modal untuk dapat bekerja disini.

Memiliki 2 bahasa Nasional resmi. Bahasa Prancis dan Bahasa Inggris. Karena dua negara itu pernah menguasai Kanada.

Disisi timur, bahasa Prancis yang lazim digunakan. Sedangkan bahasa Inggris digunakan di Kanada barat.

Simbol Bendera Negara adalah daun Maple. Konon karena pohon Maple hanya bisa tumbuh di Kanada. Dan bentuk daunnya seperti Mahkota.

Kanada negeri yang kaya dengan Tambang, Hutan, Pertanian, Perikanan dan Alam yang cantik. Terutama di area Rocky Mountain.

Pauline melanjutkan menjelaskan dengan suara mengalun. Orang Kanada sangat toleran dan menghormati  Agama dan keyakinan setiap orang.

Saat ini Bus sedang melintasi Paradise Street, jalan Sorga.

Disebut Paradise Street karena disebelah kanan Bus berderet bangunan. Tempat Ibadah berbagai Agama berjejeran. Hampir berdempetan. Gereja Protestan, Gereja Katholik, Masjid, Temple Hindu, Kelenteng. Dan tempat peribadatan keyakinan lainnya.

Tidak ada masalah. Tidak ada friksi. Semua pemeluk Agama dan pengikut suatu keyakinan ingin menggapai Surga dengan ritual dan amalannya. Sesuai cara dan jalan ajarannya masing masing. Bahkan tren pengikut Agnostik juga berkembang di Kanada....Agnostik, para pengikutnya meyakini keberadaan Tuhan, tetapi tidak menjalankan ritual Agama.....

Di Kanada semua Agama dan Keyakinan diberi tempat. Dihargai dan dihormati.

Itulah Paradise Street di pinggir  kota Vancouver. Seolah jalan itu menghimbau, jangan menjadi terlalu fanatik, dangkal dan merasa paling benar. Karena semua berniat baik. Entahlah....

Jalanan sedikit macet. Thompson meliuk ke kanan dan santai menyalip antrian. Rupanya Bus pariwisata di titik titik kemacetan diberikan prioritas, jalur khusus. Bisa melaju tanpa macet. Seperti halnya Busway di Jakarta. Salah satu Inovasi Kanada dalam melayani turis.

Bus masuk pelabuhan penyeberangan Ferry. Horse Shoe Bay. Dinamakan demikian, barangkali kalau di shoot dari drone, bentuknya seperti Tapal Kuda.

Bus ngantri di jalurnya menunggu Chek in. Para pelawat turun Bus. Masuk toko yang ada di Terminal. Komplit juga dagangannya, terutama pakaian dan souvenir.

Jaket jaket terbukti paling sukses menarik para pengunjung. Tiba tiba beberapa pelawat Nusantara telah menyandang Jaket Baru berwarna merah cerah naik kembali ke Bus. Jaket made in China design dan quality control Canada.

Tiba waktunya Bus naik BC Ferry. British Columbia Ferry yang sangat besar. Bus masuk Ferry, parkir di deck dua. Pelancong Nusantara turun Bus dan naik ke deck lima.

Ratusan Bus dan Mobil beserta penumpangnya tertampung nyaman dalam gua garba Ferry. Meninggalkan pelabuhan. Akan mengarungi selat kecil, yang memisahkan daratan Kanada dan pulau Vancouver. Berlayar sekitar 4 jam menuju Victoria.

Perairan Vancouver Island. Dokpri
Perairan Vancouver Island. Dokpri
Dari ruangan dan pelataran deck lima yang lapang, para penumpang dapat menikmati sineri mempesona sepanjang pelayaran.Langit biru. Laut jernih berombak kecil, membiru. Barisan hutan hutan Pinus hijau tertata rapi. Nampak Pedesaan ditepian, dengan rumah rumahnya berteras melongok ke laut.

Sekali kali Kapal bersimpangan dengan BC Ferry yang lain. Dari arah Victoria. Para penumpang saling melambai dari kedua pelataran deck.

Camar laut berseliweran mengawal pelayaran. Nampak pula beberapa burung Eagle, burung Albatros menyambar ikan di permukaan laut.

Sempat pula terlihat, kawanan Lumba lumba berloncatan disisi Kapal. Bahkan agak jauh disana Ekor Paus sangat besar menyembul, menari di permukaan....... Whats a wonderful Voyage.

Vancouver Island Kanada. Dokpri
Vancouver Island Kanada. Dokpri
Kalau kita meyakini Nusantara adalah Zamrut Khatulistiwa, perairan ini apa ya sebutannya?Mudah mudahan kita tidak selesai sampai meyakini saja. Namun juga ikut menjaga, merawat dan mengembangkan Zamrut Khatulustiwa, benar benar semakin cemerlang dan nyata keindahannya.

Jangan sampai meyakini dengan bangga, namun membuang sampah ke laut sembarangan. Membabat hutan seenaknya. Dan hal hal lain yang tidak pantas, merusak lingkungan.

Ferry putih mendekati kota Victoria. Pemandangan semakin mempesona.
        
Vancouver Island Kanada. Dokpri
Vancouver Island Kanada. Dokpri
 

        bersambung