Novel

Hembusan Angin Cemara Tujuh 25

6 Juni 2018   12:25 Diperbarui: 6 Juni 2018   12:29 800 1 0

Rotterdam adalah kota Pelabuhan laut, dan juga kota modern.

Selama perang Dunia ke Dua, Kota Rotterdam rusak berat terkena bombardir udara tentara Jerman, yang disebut Rotterdam Blitz. Hampir seluruh bangunan  kuno rata tanah. Dari reruntuhan parah dan menyeluruh itu, seusai perang mulai dibangun dan selanjutnya tumbuh dan bermunculan bangunan bangunan baru modern. Kini gedung gedung menjulang, bangunan modern yang unik tersebar marak di seantero Kota. Salah satu bangunan unik dan ikonik adalah Cubic House. Rumah kubus ini adalah deretan apartemen berbentuk kubus , berwarna kuning dan kelabu yang menjadi salah satu daya tarik wisata kota Rotterdam.

Sebagai kota niaga, pelabuhan Rotterdam di tahun 1980 an adalah pelabuhan tersibuk di dunia. Pelabuhan Rotterdam adalah pintu gerbang utama Eropa Barat bagi angkutan laut ke seluruh dunia.

Inland transport dari pelabuhan Rotterdam ke negara negara Eropa daratan, terintegrasi melalui jalan darat, kereta api dan juga angkutan sungai , terutama sungai Rhine yang mengalir di pegunungan Switzerland, menembus dataran Jerman selanjutnya bermuara di negeri Belanda.

Sungguh Rotterdam adalah Endowment  Factor atau faktor bawaan geografis yang menjadi Comparative Advantage, menjadi keunggulan komparatif bagi negeri Belanda.

Selain sebagai kota modern dan kota pelabuhan, Rotterdam juga masyur sebagai kota pendidikan.

Erasmus Univercity Rotterdam adalah raksasa pendidikan yang sudah kawentar, kesohor ke seluruh dunia. Dan masih banyak lagi Universitas dan Institut top yang berada di kota ini.

Sutopo tidak pernah mimpi bahwa suatu saat dirinya bakal studi di International Institute di kota Rotterdam, kota yang tengah naik daun di antara kota kota di Eropa.

Hal yang tak pernah diimpikannya itu hari ini terjadi, kuliah di Rotterdam.

Sutopo mengenang tatkala lulus SMP, sekolah menengah pertama. Untuk kemana kelanjutan sekolah Sutopo, terjadi perbedaan antara keinginannya dan keinginan bapaknya.

Sutopo sebenarnya ingin melanjutkan sekolah Pedalangan dan Karawitan di Surakarta. Sejak sekolah dasar , memang Sutopo sudah menikmati bahkan aktif mengikuti kegiatan kegiatan berkesenian di desanya.  Meskipun belum terlalu serius tapi dia sangat menyukainya.

Sutopo aktif Ikut latihan grup karawitan, atau latihan menjadi dalang wayang kulit menggunakan wayang daun atau wayang kardus. Nonton wayang kulit seharian atau semalam suntuk, adalah kesukaan kesukaan yang dia jalani di masa kecilnya.

Bahkan Sutopo ikut juga main kethoprak desa untuk lucu lucuan. Menjadi anggota paduan suara, bahkan ikut grup Band anak anak sebagai Drummer.

Sutopo sangat berkesenian di masa kecilnya.

Namun bapaknya punya keinginan berbeda. Bapaknya menginginkan Sutopo melanjutkan sekolah di Pondok Gontor, pondok Pesantren modern yang sangat terkenal di Jawa Timur.

Anak lelaki sahabat bapak Sutopo, tetangga desanya baru dua tahun nyantri di Gontor, ketika pulang kampung di daulat untuk memberikan Tauziah. Sungguh mengagumkan, santri remaja itu ceramah sangat bagus. Runtut, sistimatis, jelas maksudnya diselingi membaca ayat2 Quran mengalun indah dan sekali sekali ditimpali dengan fasih kutipan kutipan bahasa Inggris.

Bapaknya mengagumi itu, dan kini menginginkan Sutopo untuk mengikuti jejak tetangganya, mondok di pesantren modern Gontor.

Bersambung