Hiburan

Investasi dan Generasi Milenial

27 April 2018   09:00 Diperbarui: 27 April 2018   09:47 454 0 0

Sebagai masyarakat milenial, seharusnya kita paham apa makna dan pentingnya investasi. Dari sisi ekonomi makro, membicarakan mengenai investasi akan memakan waktu yang cukup lama. Setidaknya kita bisa paham investasi pada lingkup rumah tangga, keluarga atau diri sendiri. Berbicara investasi berarti kita berbicara mengenai persiapan dimasa yang akan datang.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada kita dimasa yang akan datang. Maka dari itu dibutuhkan suatu tindakan untuk mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Tentu saja segala kemungkinan itu adalah hal yang abstrak.

Nobody knows. Lalu kemudian kita bertanya, seberapa siap kita? Ah, saya menulisnya sudah seperti agen asuransi. But you know, they're absolutely right, hanya saja memang banyak pilihan investasi yang bisa dilakukan. Investasi dapat dilakukan pada dua sektor, yaitu sektor riil dan sektor non rill. Sektor riil adalah sektor yang bentuknya dapat dilihat secara fisik.

Kita bisa memilih investasi properti, yang katanya saat ini merupakan investasi dengan prospek yang cerah. Investasi properti bisa dilakukan dengan membeli tanah, rumah, apartemen dan properti lainnya atau memulai investasi di dunia usaha seperti industri, perdagangan dan bisnis lainnya. Sedangkan sektor non riil adalah investasi pada sektor keuangan yang produknya lebih tidak terlihat secara fisik. Jika kita tertarik untuk berinvestasi pada sektor non-riil, maka pilihannya antara lain saham, obligasi, deposito, asuransi dan lain-lain. Semua jenis investasi tersebut memiliki keuntungan dan resiko masing-masing.

Lalu investasi mana yang paling baik bagi seseorang? Tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut. Tapi kalau pertanyaannya diubah menjadi: investasi mana yang cocok? Maka jawabannya adalah masing-masing investor mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga jenis investasi yang cocok untuk tiap orang akan berbeda-beda. Sebab setiap orang memiliki pengetahuan, pengalaman dan skill masing-masing.

Mungkin kita perlu banyak belajar dari Warren Buffet yang memulai investasi dari usia 11 tahun. Berkaca dari itu, saat ini kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, berapa usia kita sekarang?

Sudah berapa banyak aset investasi yang kita miliki? Tidak perlu berpikir bahwa investasi itu perlu dilakukan dengan modal besar, investasi dapat dilakukan mulai dari modal kecil. Warren Buffet saja memulai bisnis awalnya adalah dengan menjual permen karet, Coca Cola, dan majalah mingguan dari pintu ke pintu. Saat ini kita hidup di era milenial dengan banyak pilihan investasi yang bervariasi. Tidak perlu berpikir lama untuk memulai investasi, tapi mulailah dari sekarang.   

Kita patut bersyukur karena bisa hidup di era yang segalanya serba mudah. Semua transaksi dapat dilakukan hanya dengan modal smartphone. Kita bisa memulai bisnis apa saja tanpa harus keliling dari rumah ke rumah dan dari pintu ke pintu untuk memasarkan. Bukankah ini berarti kita telah memiliki peluang dalam genggaman? Selanjutnya semua bergantung pada kita, apakah mau memanfaatkan peluang atau membiarkannya begitu saja.

Masa depan memang tidak bisa ditebak, tapi kita bisa mempersiapkan masa depan kita mulai sekarang. Perkembangan teknologi yang semakin maju justru memunculkan banyak profesi-profesi baru yang juga sekaligus dapat menjadi ladang investasi. Generasi sebelum era milenial mungkin tidak pernah tahu ada profesi youtuber, selebgram, dropshipper, reseller dan lain-lain. Semua itu adalah profesi yang menghasilkan uang.

Lebih dalam lagi, nyatanya investasi tidak melulu hal-hal yang berkaitan dengan uang dan sektor riil. Investasi terkecil adalah memulai investasi dari diri sendiri, yaitu dengan menambah ilmu pengetahuan. Kita sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga kuliah adalah bentuk investasi orang tua kepada kita, agar kita punya bekal untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya dimasa depan. Belajar juga adalah investasi dan belajar dapat melahirkan investasi.