Mohon tunggu...
Muksal Mina
Muksal Mina Mohon Tunggu... Candu Bola, Hasrat Pendidik

Be a teacher? Be awakener

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Peluklah Conte, Wahai Inter!

22 Agustus 2020   23:55 Diperbarui: 27 Agustus 2020   11:36 75 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peluklah Conte, Wahai Inter!
Pelatih Inter, Antonio Conte. Sangat layak untuk bertahan? (Sumber : Kompas.com)

Setelah resmi melanjutkan puasa gelar dalam 10 tahun terakhir, patutkah Antonio Conte dipertahankan?

**

Optimisme yang sempat merebak saat penunjukkan Antonio Conte diawal musim, terasa hambar pada akhirnya. Banyak pihak yang menganggap Conte telah gagal. Media Italia menyebut akan terjadi pertemuan Conte dengan manajemen pada hari Selasa.  Saat itu akan diputuskan, Inter masih akan diasuh Conte atau tidak

Namun dalam opini pribadi, saya menganggap Conte tidaklah gagal. Kredit lebih patut diberikan kepada Conte. Mengingat ada beberapa hal yang telah diberikannya, dan potensi-potensi sukses yang sangat mungkin terjadi di musim depan, maka atas alasan-alasan berikut Inter perlu berkaca diri dan memeluk Conte erat-erat agar tak bercerai. Ini baru awal!

Musim Terbaik dalam 10 Tahun Terakhir

Pencapaian Inter pada musim ini adalah peringkat dua di liga (selisih 1 poin dengan Juventus), fase grup Liga Champion (LC), runner up Europa League (EL) dan semifinalis Coppa Italia. Mari kita bedah satu-persatu.

Peringat kedua di Serie A musim ini dengan 82 poin adalah yang tertinggi sejak musim treble. Conte menipiskan jarak menjadi hanya satu poin dengan sang juara di klasemen akhir Liga. Gap terdekat sejak 2012.  Musim lalu, selisih Inter ke Juve adalah 20 poin.

Dari segi lini pertahanan, Inter menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit (36 gol). Bek utama mereka Stefan de Vrij juga terpilih sebagai  bek terbaik Serie A musim ini.

Sedangkan dari untuk urusan produktifitas, Inter hanya kalah dari Atalanta (81 gol). Secara keseluruhan di semua ajang, musim ini Inter telah mencetak 113 gol. Jumlah yang mengalahkan rekor mereka sendiri pada 2006-2007.

Di ajang Liga Champion, nasib Inter nya Conte memang tak lebih baik dari asuhan Luciano Spalletti musim lalu. Sama-sama tewas di penyisihan grup sebagai peringkat tiga, lalu digusur ke EL. Bedanya, Conte mampu membawa Inter ke final. Sedangkan musim lalu I Nerazzurri langsung tumbang di tangan Eintracht Frankfurt.

Final EL bagi Inter lagi-lagi adalah sebuah rekor. Final eropa pertama sejak 2010. Capaian yang patut diapresiasi, mengingat masa-masa suram dalam sepuluh tahun ke belakang itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x