Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... esais

Puasa mengajarkan kesabaran, proses panjang mendaki, merengkuh sampai batas, puncak kebahagiaan yang autentik. Sederhananya rasakan kala Anda berbuka.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Bilal bin Rabah, Pelantun Azan Pertama yang Jejaknya Membekas Sampai Hari Ini

3 Mei 2021   20:25 Diperbarui: 3 Mei 2021   20:31 545 24 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bilal bin Rabah, Pelantun Azan Pertama yang Jejaknya Membekas Sampai Hari Ini
Ilustrasi Bilal bin Rabah (Foto: ISLAMI.CO))

Suara azan terus berkumandang dan bersahutan tak henti-hentinya dari masjid ke masjid sebagai tanda panggilan untuk salat.

Di bulan Suci Ramadan, bahkan azan tidak hanya sebagai tanda panggilan salat, tetapi juga selalu ditunggu oleh orang yang berpuasa untuk mendandai waktunya berbuka puasa. Itulah azan Magrib.

Terkait dengan azan, Anda pasti tahu, siapa pelantun azan (muazin) pertama dalam sejarah Islam. Benar, adalah Bilal bin Rabah sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan dalam sejarah Islam.

Bilal bin Rabah (580-64o M) adalah sahabat kesayangan Nabi Muhammad saw. Pada awalnya ia adalah seorang budak yang berasal dari Abessinia (Ethiopia), keturunan Habsyi. Tubuhnya kekar dan kulitnya hitam legam, namun suaranya merdu.

Majikannya bernama Umayyah bin Khalaf Jamhi al-Quraisyi, seorang pemuka kaum musyrikin Makkah dan penentang dakwah Islam.

Suatu ketika, Bilal mendapat berita tentang datangnya seorang rasul yang diutus oleh Allah SWT untuk memimpin umat manusia. Bilal merasa tertarik mengikuti dakwah itu dan akhirmya masuk Islam.

Tindakan ini membuat majikannya marah. Umayyah kemudian menyiksa dan memaksa Bilal untuk kembali kepada kepercayaan jahiliah, yakni menyembah berhala. Tapi Bilal pantang menyerah dan tetap teguh pada pendiriannya.

Bilal dijemur di atas pasir panas di tengah terik matahari, kemudian di atas perutnya diletakkan batu besar. Namun, siksaan itu tidak sedikit pun mengubah keimanan Bilal. Yang mengesankan, saat disiksa, Bilal dengan tegas menyatakan keteguhan imannya. 

Dengan suara terputus-putus, ia berucap: "Ahad... Ahad... Ahad!" (Allah Maha Esa... Allah Maha Esa... Allah Maha Esa...)

Melihat siksaan yang diterima Bilal itu, seorang sahabat Nabi, Abu Bakar as-Sidiq (573-684 M), merasa sangat iba. Abu Bakar kemudian datang ke Umayyah untuk membeli Bilal. Setelah itu, ia membebaskan Bilal dari statusnya sebagai budak. Nabi pun merasa gembira dengan tindakan Abu Bakar tersebut.

Sebagai penghormatan atas keteguhan iman Bilal dan karena kemerduan suaranya, Rasulullah SAW menunjuknya sebagai muazin setiap kali tiba waktu salat, sehingga ia dijuluki mu'azzin Rasulillah (juru azan Rasulullah).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x