Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... Esais

I am, therefore I write | Jonathan Coe  #PandemiCovid-19 #StaySafe

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berceritalah Hari Ini: Saya, Kompasiana, dan Kasih Sayang

14 Februari 2020   16:50 Diperbarui: 16 Februari 2020   00:07 202 15 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berceritalah Hari Ini: Saya, Kompasiana, dan Kasih Sayang
kompasiana.com

Baru 70 tulisan saya di Kompasiana. Ini tulisan saya yang ke-71. Alhamdulillah. Kalau untuk saya, segitu juga sudah lumayanlah.

"Sejatinya menulis itu cinta. Jejaknya tak akan pernah berakhir, sekalipun nafas berhenti."

Walaupun tentu jika dibanding dan bagi para Kompasianer yang sudah senior dan hebat-hebat itu, tidak ada apa-apanya. Jauh ke mana-mana.

Tapi, Semoga, ke depan, slow but sure, saya tambah produktif lagi menulis, berbagi, berkarya dan menginspirasi.

Karena, bukankah sejatinya menulis itu cinta. Jejaknya tak akan pernah berakhir, sekalipun nafas berhenti? Menulislah untuk pesan cinta, kasih sayang, dan kebaikan.

Baca jugaBersama Kompasiana, Menulis Itu Cinta  

Selama setahun itu di Kompasiana, saya merasakan seperti berada di rumah sendiri. Nyaman dan harmonis. Kompasiana penuh dengan aura kebaikan dan kasih sayang. Kompasiana adalah rumah besar dan megah yang memancarkan kebaikan dan kasih sayang.

Di dalamnya terasa aura kebaikan dan jalinan kasih sayang yang begitu erat dan hangat.

"Keakraban, keramahan, kehangatan, persahabatan, kekeluargaan dan kasih sayang sangat berlimpah dan meruah di rumah Kompasiana ini." 

Tidak berlebihan, kalau saya katakan, Kompasiana sebenarnya adalah rumah yang nyaman yang selalu menumbuhkan dan merawat semangat sosial profetik, terutama pesan kasih sayang itu.

Kasih Sayang dalam Perspektif Agama dan Kemanusiaan

Tentang kasih sayang, yang efektif dan signifikan, sebenarnya kadang tidak terlalu butuh ucapan dan tulisan. Kasih sayang itu yang paling penting praktiknya dalam setiap nafas kehidupan kita. Realisasinya dalam kenyataan dan kehidupan sehari-hari.

Kasih sayang juga sebenarnya tak kenal batas ke siapa, ruang dan waktu. Siapa pun, kapan pun dan di mana pun.

"Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis samaSayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu." -- HR. Abu Dawud dan Timidzi.

Saya dan kita semua sudah mempraktikkannya setiap saat pasti. Kepada pacar (bagi yang sudah punya), istri, anak-anak, sanak famili, saudara-saudara, tetangga, tanaman kita, hewan kesayangan, dan seterusnya.

Rasa kasih sayang itu inheren dan melekat pada diri kita masing-masing secara naluriah. Dan selalu diingatkan oleh diri dan lingkungan kita setiap saat. Maka ironi kalau ada orang tidak berkasih sayang, atau hilang rasa kasih sayangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN