Mohon tunggu...
Muh. Haris
Muh. Haris Mohon Tunggu... Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi | Penulis | Blogger | Youtuber

Hobi membaca, suka mengkhayal, dan penikmat sastra. Blog pribadi: jejakharis.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Belajar Daring dan Segala Macam Permasalahannya

1 April 2020   06:46 Diperbarui: 2 April 2020   02:00 390 7 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Daring dan Segala Macam Permasalahannya
Ilustrasi (gambar dari pixabay.com)

Memasuki bulan April, pandemi virus Corona yang menghantui Indonesia belumlah tuntas. Orang yang positif terinfeksi semakin meningkat, begitu pula dengan yang meninggal dunia, mengerikan. Meski banyak pula yang dinyatakan sembuh, namun angka tersebut tak berarti apa-apa, sebab masyarakat telanjur dibuat panik, resah.

Sejak pandemi virus Corona melanda Indonesia, instansi pendidikan merespon cepat keadaan tersebut. Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona, maka berbagai lembaga pendidikan seperti sekolah sampai universitas diliburkan. Sebagai gantinya, proses belajar-mengajar dilakukan dari rumah dengan sistem daring atau online. Efektifkah?

Ada banyak kendala yang dihadapi dalam sistem daring ini. Ketidaksiapan sarana dan prasarana khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah marginal barang tentu meresahkan. Bagaimana mungkin akan terlaksana tanpa adanya fasilitas yang memadai? Yang kita bicarakan ini adalah sistem daring bagi mahasiswa mungkin juga siswa SMA.

Gawai misalnya. Anda mungkin mengatakan gawai adalah barang murah, mudah didapatkan, namun bagi mereka yang ekonomi lemah, gawai adalah barang mahal. Tak semua siswa SMA mempunyai gawai, bagaimana dengan mahasiswa? Bukankah mereka memang dituntut untuk memiliki gawai?

Persoalan gawai tak sesimpel yang Anda bayangkan. Memiliki gawai memang modal besar, namun kapasitas maupun kualitasnya juga mesti diperhatikan. 

Saya akan bercerita mengenai pengalaman saya menjalani belajar daring. Ketika ada intruksi yang dikeluarkan pihak kampus untuk belajar daring, saya awalnya cukup gembira, namun kegembiraan itu tak bertahan lama, berbagai masalah muncul.

Salah satu yang sering dikeluhkan oleh rekan mahasiswa sekelas saya, mungkin agak sepele tetapi bisa berbuntut serius, apa itu? Gawai kehabisan penyimpanan. Belajar daring menyebabkan para mahasiswa harus mengunduh berbagai aplikasi, seperti classroom, meet (hangouts), zoom, dan lain-lain. 

Masalahnya penyimpanan sangat terbatas (ini tergantung dari jenis gawainya ya), jadi kami mesti menghapus beberapa aplikasi yang sebelumnya sudah terpasang, meski itu juga penting. Saya sendiri mesti mencopot aplikasi KBBI, shareit, pembaharuan YouTube, dll. Medsos? Jangan ditanya, sisa WA yang tersedia, hahaha.

Perihal kapasitas baterai juga tak boleh dianggap remeh. Saya beberapa kali keluar dari aplikasi ketika belajar daring berlangsung, masalahnya gawai lowbat, imbasnya saya pun tertinggal materi. Hal ini juga diperparah apabila pemadaman listrik terjadi, auto garuk-garuk kepada deh, hihihi.

Itu mengenai gawai, perihal jaringan juga cukup menyiksa lahir batin, serius! Punya kualitas gawai yang bagus, jangan senang dahulu, pastikan jaringan bagus, jika tidak, percuma saja. Masalahnya aplikasi yang kami gunakan berbasis video dan audio, jadi sedikit saja jaringan tidak stabil maka video dan audio pun terganggu. 

Okelah kalau cuma video, pasalnya kebanyakan dosen hanya berceramah, namun ternyata audio juga terganggu, kadang kami tak mendengar jelas suara dosen. Jika sudah begini, hanya bisa mengelus dada, sabar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x