Mohon tunggu...
Muh Haris
Muh Haris Mohon Tunggu... Profilku

Hobi membaca, suka mengkhayal, dan penikmat sastra. Bercita-cita menjadi guru, karena ingin berbagi ilmu. Blog pribadi: siswaloka.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Mengenal Suku Makassar yang Gemar Merantau dan Jaya di Laut

15 September 2019   08:45 Diperbarui: 17 September 2019   07:52 0 6 2 Mohon Tunggu...
Mengenal Suku Makassar yang Gemar Merantau dan Jaya di Laut
sumber: youtube/lagunasional indonesia, di olah oleh penulis

Bagi yang tinggal di Sulawesi, tentu tak asing lagi dengan suku Makassar. Ya, suku yang tinggal di ujung selatan pulau Sulawesi ini memiliki sejarah yang panjang di masa lalu. Berbagai peninggalan sejarahnya masih dapat kita jumpai hingga sekarang ini, mulai dari Kapal Pinisi, Songkok Guru, Masjid Tua Katangka, Benteng Rotterdam, sampai Balla Lompoa yang menjadi saksi bisu tingginya peradaban suku Makassar kala itu. 

Meski memiliki sejarah yang panjang, namun tak sedikit generasi muda Makassar yang mulai lupa akan sejarahnya. Apalagi di zaman sekarang ini, mempelajari sejarah dianggap membosankan dan tiada gunanya. Berangkat dari keprihatinan itulah, penulis tergerak hatinya untuk menulis sejarah suku Makassar, semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat. Baiklah, berikut ini penjelasan mengenai suku Makassar lengkap dengan kebudayaannya, yuk kita simak!

Suku Makassar adalah sebuah suku yang mendiami ujung selatan Pulau Sulawesi. Suku ini adalah salah satu dari 4 suku terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan, selain suku Bugis, Toraja, dan Mandar.

Secara etimologi, kata "Makassar" berasal dari bahasa setempat yakni "mangkasarak." dari kata dasar "kasarak" yang berarti "tampak." Arti "tampak" ini kemudian berkembang menjadi "terbuka," maka secara keseluruhan Makassar berarti "mereka yang bersifat terbuka." Jadi salah kalau ada yang mengatakan bahwa Makassar itu identik dengan kata "kasar" karena sejatinya Makassar itu identik dengan sifat "terbuka."

Suku ini dikenal berjiwa penakluk, demokratis dalam memerintah, gemar merantau, dan jaya di lautan. Hal ini terbukti dengan adanya kerajaan Gowa-Tallo pada abad 14-17 yang tampil sebagai kerajaan Islam dengan wilayah yang luas meliputi sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Brunei, Papua, dan Australia bagian utara. Bahkan kerajaan Gowa-Tallo menjalin traktat dengan Bali, kerjasama dengan Malaka & Banten, serta seluruh kerajaan lainnya dalam wilayah Nusantara maupun Internasional.

Kepiawaian suku Makassar dalam mengarungi lautan sudah terkenal sejak dahulu. Dengan menggunakan Kapal Pinisi, orang-orang Makassar menjelajahi pulau-pulau di Nusantara dan bahkan sampai di Afrika Selatan, Madagaskar, dan Australia. Karena sifat suku Makassar yang suka menjelajah, serta adanya kerajaan Gowa-Tallo sebagai pondasi mereka, maka tak ayal nama suku Makassar banyak ditemukan di berbagai belahan bumi.

Ada Makkasan yang menjadi nama kawasan pemukiman, subdistrik, dan simpang susun di Bangkok, Thailand. Ada pula Macassar yang merupakan nama kota kecil dan nama jalan di Afrika Selatan, serta menjadi nama desa kecil di Mozambique. Ada juga Pante Macassar di bagian barat Timor Leste, sampai Kampung Mengkasar di negara bagian Pahang, Malaysia. Ini menjadi bukti betapa berpengaruhnya suku Makassar di mata dunia kala itu hingga diabadikan dalam berbagai tempat.

Persebaran Suku Makassar

Di Sulawesi Selatan, persebaran suku Makassar dapat kita jumpai di berbagai daerah, baik itu kota maupun kabupaten. Untuk daerah di Sulsel yang mayoritas dihuni oleh suku Makassar meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Selayar. Selain itu, ada juga daerah yang sebagian dihuni oleh suku Bugis (peralihan), yaitu kabupaten Bulukumba, kabupaten Maros, kabupaten Pangkep, kabupaten Sinjai, dan kabupaten Barru.

Bukan hanya di Sulsel saja, di luar Sulsel, kita dapat menjumpai para perantau suku Makassar di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Sementara untuk di luar Indonesia, kita dapat menjumpai perantau suku Makassar di Malaysia, Singapura, Australia, Afrika Selatan, dan Madagaskar.

Bahasa Makassar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x