Mohon tunggu...
Muhammad Yusuf Ansori
Muhammad Yusuf Ansori Mohon Tunggu... Mari berkontribusi untuk negeri.

Bertani, Beternak, Menulis dan Menggambar Menjadi Keseharian

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar dari Sekawanan Domba

31 Juli 2020   04:17 Diperbarui: 31 Juli 2020   04:43 29 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari Sekawanan Domba
Dokpri.

Seekor domba, bukan hanya untuk disembelih di Hari Raya. Dalam kesehariannya, para domba seakan senantiasa memberi pesan pada manusia bahwa banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran.

Saling Menjaga

Lihatlah domba-domba yang sedang digembalakan, mereka tidak pernah meninggalkan kelompoknya. Diantara mereka ada rasa untuk saling menjaga. Jika seekor domba pemimpinnya berjalan ke utara maka yang lain serempak mengikutinya.

Demi saling menjaga, mereka suka mengembik apabila ada anggota kelompoknya yang tidak terlihat oleh pandangan. Mungkin mereka curiga jika saudaranya jadi mangsa binatang buas atau tersesat karena tertinggal rombongan.

Seekor anak domba menjadi makhluk yang paling dijaga kelompoknya. Mereka tahu, anaknya begitu rentan pada kemungkinan menjadi buruan atau tertinggal rombongan. Pemimpin kelompok mengawasi kemana anggota pergi, begitupun si domba kecil.

Disiplin

Rombongan domba terbiasa pergi dan pulang kandang melalui jalur yang sama. Mereka seperti tahu jalan pulang tanpa harus ditunjukan. Meskipun pengembalaan luas dan mereka bisa pergi ke arah mana saja, tetapi tetap disiplin untuk melalui jalur yang sudah ditentukan pemiliknya.

Ketika hari mulai gelap, domba-domba itu tahu bahwa ada saatnya untuk istirahat. Bagi mereka, makhluk di bumi perlu untuk beristirahat. Berkumpul lagi dan menikmati malam bersama, layaknya sebuah keluarga.

Seekor domba tidak bisa menjadi egois. Karena, domba yang mau menang sendiri akan ditinggalkan kelompoknya. Bisa jadi, dia akan dijual pemiliknya karena susah diatur.

Bagi kawanan domba, keteraturan perlu dilakukan. Kapan mereka harus makan atau tidur siang, tidak bisa sembarangan. Jika tidak disiplin, itu berpengaruh pada kesehatannya.

Pemimpin Bukan yang Terkuat

Seekor domba jantan yang kuat tidak serta merta bisa menjadi pemimpin kelompok. Domba yang kuat lebih cocok menjadi petarung di arena bukan sebagai pemimpin dalam kawanan.

Saya sering menyaksikan jika domba betina yang lebih tua dan bersifat "keibuan", biasanya menjadi pemimpin. Saya tidak tahu kapan mereka melakukan sidang untuk memilih pemimpin. Tetapi, di pengembalaan domba yang lebih bertanggung jawab pada kelompoknya sering diikuti pergerakannya.

Secara alami, mereka bisa menentukan siapa yang layak memimpin. Diantara mereka jelas tidak ada motif politik dan kekuasaan. Semata-mata demi kepentingan bersama makanya mereka memilih pemimpin.

***

Dalam sejarahnya yang panjang, domba memang diciptakan untuk menjadi 'pelayan' bagi manusia. Selain dagingnya yang bisa dikonsumsi, domba mengajak manusia untuk menerapkan keteraturan.

Keteraturan itu demi keberlangsungan kehidupan itu sendiri. Jika segala hal dilakukan tanpa aturan maka tidak usah berharap menimbulkan ketentraman.

Saya mulai menyadari jika mengembala domba bukan hanya menggiringnya keluar dan masuk kandang di pagi dan sore hari. Mengembalakan domba mengajak untuk memikirkan lingkungan yang lebih luas karena dengannya manusia bisa menemukan makna dalan kehidupannya.

VIDEO PILIHAN