Mohon tunggu...
Muhammad Syafiq Helmi
Muhammad Syafiq Helmi Mohon Tunggu... COO Shafwah Group and Student of Paramadina University

Success is Journey, Not the Destinition, So Dont Be Busy ! Just Be Productive !

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Peringatan Jasa Para Guru yang Sangat Luar Biasa Berasa, tapi Tak Bertanda

26 November 2020   00:31 Diperbarui: 26 November 2020   00:48 75 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peringatan Jasa Para Guru yang Sangat Luar Biasa Berasa, tapi Tak Bertanda
dok. Official Masjid Al-Ittihaad Sungailiat

Mengajar, Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar yang satu itu sama dengan seribu. Kalaupun yang satu inipun tidak ada, aku akan mengajar Dunia dengan Pena. (KH. Imam Zarkasyi)

Sedikit Intermezo,
Ketika Kejadian Jepang dijatuhi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki 1945, Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jendral masih hidup yang tersisa, dan menanyakan kepada mereka "Berapa jumlah guru yang tersisa?"

Para jendral pun bingung mendengar pertanyaan Kaisar Hirohito dan menegaskan kepada Kaisar bahwa mereka masih bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa guru. 

Namun, Kaisar Hirohito kembali berkata, "Kita telah jatuh, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan." 

Nasehat dari (Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.) kepada Para Guru :

"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran"

"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran"

"Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru".

Jadi, Jiwa (Ruh) Guru jauh lebih penting dari Seorang Guru Tersebut !

Cara membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah ( ). Dengan melakukan amalan-amalan wajib, ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnnah.

Setiap kita adalah Guru, maka kita harus berusaha,,
1. Mengajarlah dengan 'jiwa'.
2. Niat ikhlas dalam mengajar,
3. Membimbing dan mendidik murid,
4. Ikhlas dalam menasehati,
5. Disiplin ketika mengajar,
6. Berakhlak baik kepada murid,
7. Mendoakan mereka disetiap selesai sholat kita atau bahkan mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.

Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung jiwa, yang mana itu semua, harus dan wajib kita yakini datangnya Dari Sang Pencipta, bukan sekedar penyampaian dari mulut ketelinga, melainkan penyampaian yang bersumber dari hati dan akan diterima oleh hati para pendengar.

Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati, akan diterima oleh hati.

Sehingga pembelajaran kita InsyaaAllah akan penuh Makna, Ridho, dan BerkahNya, karena Haqiqatnya milikNyalah Semua ilmu dan Pengetahuan yang ada. 

  • Keindahan tidak akan terbangun tanpa keikhlasan murni dari Pak Kyai, Guru, dan Santri. (KH Syamsul Hadi Abdan)

  • Pemimpin yang baik adalah yang cakap Mengajar, dan Guru yang baik adalah yang cakap Memimpin. (KH. Hasan Abdullah Sahal)

Selamat Hari Guru :)

Semoga Kita dan Para Guru-Guru Terdahulu Kita Semua Selalu Dalam Lindungan, Ridho, Berkah, Inayah, dan Hidayah Allah SWT, Dan Semua yang telah diajarkan dan disampaikan beliau-beliau menjadi Manfaat dan Pahala yang selalu mengalir dalam kebaikan Jariyyatan Hasanatan, Aamiin Yaa RabbalAalamiin..

(Editing by Muhammad Syafiq Helmi, Rabu, 25 November 2020)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x