Mohon tunggu...
M. Saiful Kalam
M. Saiful Kalam Mohon Tunggu... Penulis - Pelajar

Menulis yang terbaik saja

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Hobi Tidak Mengenal Gaji

19 September 2021   13:18 Diperbarui: 19 September 2021   13:23 28 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hobi Tidak Mengenal Gaji
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

     (cerita ini diambil dari kisah penulis sendiri. Beberapa redaksi ada yang diubah. Happy reciting)

Apa motif seorang pegawai atau karyawan untuk mau bekerja keras di perusahaan? Salah satunya adalah motif uang atau biasa yang dikenal dengan gaji. Ya, memang gaji adalah motif utama dan menjadj mayoritas seluruh pekerja yang ada. Omong kosong kalau pekerja yang bilang bekerja untuk mengabdi semata. Gaji tetap nomor satu dan itu sah-sah saja. Sebab gaji itu menopang kehidupan seseorang. Istilah kasarnya, kalau enggak kerja, ya enggak dapat gaji. Kalau enggak ada gaji, ya enggak dapat hidup. Maka persamaannya adalah, 

      Hidup=Bekerja

Akan tetapi, ada beberapa manusia yang rela melakukan sebuah pekerjaan tapi tidak digaji. Pekerjaan tersebut dinamai dengan hobi. Hobi sendiri adalah hal yang paling disukai dan sering dilakukan terus-menerus dan merasakan capai yang berarti. 

Contoh saja, saya punya hobi sebagai menulis. Saya sama sekali tidak merasakan capek atau pusing bila disuruh menulis 5 artikel dalam satu hari. Mungkin bagi sebagian orang, menulis dengan jumlah seperti itu membuat pusing. Tapi karena hobi, ya jalan-jalan saja. 

Kalau Anda punya satu pekerjaan tetap, maka penulis sarankan untuk punya waktu meluangkan hobinya. Istilah kerennya freelance. Ya beberapa instansi ada yang menggaji pekerja freelance nya untuk tiap hasil karya yang mereka buat. Tapi jumlahnya itu tidak seberapa dibandingkan pekerjaan utama. 

Lalu mengapa penulis menyarankan agar kita juga menyamni hobi disamping bekerja? 

Tujuan yang pertama tidak lain adalah sebagai fresh-mind. Ya istilah agar otak itu kembali fresh. Memang pada pekerjaam utama itu banyak capek dan jenuh. Maka, agar menyeimbangkan hal tersebut, hobi bisa menjadi salah satu alternatifnya. 

Mungkin Anda hobi menjajagi kuliner. Maka tidak mengapa Anda bisa membuat ulasan di Google Maps dan memasukkan foto postingan kegiatan saat kuliner. Ini adalah tujuan yang kedua. Disisi lain hobi sebagai fresh-mind, juga bisa menjadi ladang kebermanfaatan bagi sesama. 

Bayangkan kalau Anda mengulas sebuah angkringan. Berkat postingan Anda, angkringan tersebut yang awalnya sepi pengunjung bisa jadi ramai. Itu sudah menjadi ladang amal langit Anda. Kalau amal langit, yang membalas bukan lagi sesama manusia, tapi Allah-lah yang langsung membalas perbuatan baik Anda. 

Juga, beberapa artikel yang barusan penulis baca, Anda bisa dapat uang dengan mengajukan proposal kepada sebuah venue/tempat. Dan kalau proposal disetujui, maka ulasan Anda akan dibayar oleh pemilik venue/tempat tadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan