Mohon tunggu...
M. Saiful Kalam
M. Saiful Kalam Mohon Tunggu... Penulis - Sarjana Ekonomi

Calon pengamat dan analis handal

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Introvert Vs Ekstrovert, dan Pengaruhnya pada Prestasi Kerja

4 September 2021   11:17 Diperbarui: 22 November 2021   22:51 578
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Referensi: pengalaman teman penulis

Baru-baru ada beberapa kata viral yang beredar di kalangan baik pelajar, pekerja, maupun masyarat Istilah tersebut adalah introvert dan ekstrovert.

Istilah ringkasnya dua anak yang memiliki kepribadian berbeda, antara pendiam dan hiperaktif. Kalau si introvert itu merujuk ke pendiamnya, kalau ekstrovert merujuk ke hiperaktifnya (menurut bahasa penulis).

Kalau penjelasan istilah lengkapnya mungkin kita sebagian besar sudah tahu. Tapi, kali ini penulis akan membahas ke intinya, yaitu bagaimana perilaku introvert san ekstrovert itu bisa mempengaruhi prestasi kerja.

Ambil contoh, saya punya teman yang memiliki kepribadian introvert. Lalu, karenakarena satu dua hal, ia memutuskan untuk melamar di beberapa perusahaan.

 Sekian banyak dari surat lamaran yang ia kirim, ternyata ia diterima di perusahaan yang notabene karyawannya ekstrovert. Tepatnya sebagai Direct Marketing di salah perusahaan provider.

Si HRD bilang kalau ia sanggup, maka ia harus menandatangi kontrak selama tiga bulan dan bersedia untuk bekerja dibawah tekanan. Ya karena istilahnya 'kepepet', jadinya ia menyanggupi pekerjaan itu.

Satu bulan di pekerjaan tersebut benar-benar terasa beda. Setiap karyawan punya target 70 orang tiap bulan. Ia berkata pada HRD nya untuk satu dua hari ikut mencari user bersama temannya. Si HRD pun mengizinkannya, karena tahu ia masih baru dan butuh adaptasi.

Dan tahu apa yang terjadi? Salah seorang temannya terus memberikan masukan pada, katakanlah Tina, agar selalu PD kalau ketemu customer. Ia awalnya malu-malu dan pasti setiap kali ketemu customer, matanya menunduk. Temannya pun berkata,

"Kalau ingin customer percaya ke kita, ya kita harus percaya kepada diri kita dulu. Caranya adalah menatap matanya. Coba kamu tatap matanya dulu deh, Tin. Dijamin nanti bakal PD."

Si temannya pun bilang tidak apa kalau ingin cari customer bareng dengannya. Antara si Tina dan dia sudah akrab. HRD nya pun mengizinkan Tina ikut cari bareng asal bisa capai target keduanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun