Mohon tunggu...
M. Saiful Kalam
M. Saiful Kalam Mohon Tunggu... Penulis - Pelajar

Menulis yang terbaik saja

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Gunung Pertamaku, Bromo

2 September 2021   13:29 Diperbarui: 2 September 2021   13:44 93 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gunung Pertamaku, Bromo
Travel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

(cerita ini dibangun berdasarkan pengalaman penulis pribadi dengan temannya. Meski penulis hanya sekali mendaki gunung, tapi ya pengennya nulis aja hehe. Happy reciting.) 

Pengalaman kali ini adalah perjalanan penulis dan teman penulis, menuju ke Gunung Bromo. Letaknya berada persis di daerah Podokoyo, Kota Pasuruan. Kami mengambil rute untuk kesana melalui Malang-Pasuruan-Wonokitri. Kebetulan kami berangkat dari Blitar dan berencana naik motor bebek. 

Sebenarnya, kalau mau mendaki, saran penulis, lebih baik memakai motor bergigi/kopling. Karena, sudah banyak yang diceritakan oleh penduduk sana beberapa kendaraan bermotor bebek yang ketika berada di jalan turunan, tidak bisa nge rem karena blong. Juga ada cerita beberapa pengemudj truk yang mau jalan naikan, tapi gagal dan akhirnya mundur ke belakang. 

Tapi tidak perlu takut, asal kendaraan kita sudah fit dan performa baik, maka mendaki akan terasa menyenangkan. 

Balik lagi ke cerita, setelah persiapan dilakukan. Kebetulan kami bukan pendaki ahli, jadi kami tidak bawa yang namanya tas gunung, jaket gunung, tenda, matras, nesting dana peralatan gunung lainnya. Kami hanya bawa tas biasa, sepatu biasa, jaket biasa, dan peralatan serba biasa. Ya maklum, itu karena budget kami minim sekali. 

Setelah bersiap-siap akhirnya kami naik motor dan berangkat ke sana. Kebetulan aku menjadi bagian navigator, dan temanku sebagai driver. Tapi karena kamu sudah kenal Malang meski berada di kampus berbeda, rute Blitar-Malang tentu sudah hafal di luar otak. 

Tapi, saat itu karena aku memang 'ahli' dalam navigasi, aku sama sekali tidak pakai Google Maps dulu. Aku kan punya pengalaman banyak tersesat di jalan, jadi sudah tahu antisipasinya. 

Aku bilang ke temanku, 

     "Kita ikuti saja arah jalan besar menuju pasuruan. Baru ketika udah sampai di Pasuruan, nanti aku lihat Maps."

Aku punya pendapat kalau Google Maps itu sebaiknya digunakan untuk akses ke lokasi terpencil. Kalau jalan besar, kan kita bisa lihat papan hijau atas yang dekat lampu merah. Biasanya ada tulisan, belok kanan sini belok kiri situ. Ya tinggal ngikuti aja. 

Perjalan memakan waktu sekitar 5-6 jam, itu dengan kecepatan 60km-80km. Kami santai-santai saja sambil menikmati pemandangan kanan-kiri. Kadang kalau capek, aku bergantian sama temenku biar sama-sama enak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Selengkapnya
Lihat Travel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan