Mohon tunggu...
Muhammad Rifqi Hanif
Muhammad Rifqi Hanif Mohon Tunggu... Sesungguhnya Allah Memberimu Dunia Agar Engkau Mencari Akhirat Dengannya

Seorang pelajar sampai akhir hayat

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi Pilihan

Review Article "Electric Dreams: Powering Equinor's Johan Sverdrup Oil Field"

3 Januari 2021   18:40 Diperbarui: 3 Januari 2021   19:54 112 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Review Article "Electric Dreams: Powering Equinor's Johan Sverdrup Oil Field"
Electric Dreams: Powering Equinor’s Johan Sverdrup Oil Field (Sumber: https://offshore.nridigital.com)

Oil Field (ladang minyak) merupakan hal yang menjadi fokus perdebatan sengit antara orang yang percaya bahwsanya minyak dan gas merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kemakmuran bangsa dengan mereka yang mengatakan bahwa itu hanyalah bentuk pura-pura dari pemerintahan Norwegia karena telah mengesahkan persetujuan Paris dan mengambil misi menekan target emisi sementara di saat yang sama mereka berinvestasi dalam bahan bakar fosil untuk beberapa dekade mendatang.

Dinamakan dengan Johan Sverdrup karena merupakan nama dari Perdana Mentri pertama Norwegia, mereka membuat standar baru dalam efisiensi CO2.

Johan Sverdrup ini merupakan ladang minyak ketiga terbesar di Continental Shelf Norway yang mana dia diharapkan mampu mengeksitasi 2,7 miliar barrel minyak sebagai cadangan terpulihkan dan 2/3 dari minyak pada ladang tersebut mampu diproduksi sebelum 2030. Johan Sverdrup ini diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan produksi lebih dari 1.400 Miliar NOK dan lebih dari 900 Miliar NOK untuk pemasukan negara Norway.

Tidak sama dengan ladang offshore lainnya yang ditenagai oleh diesel generator, Johan Sverdrup ditenagai dari pantai atau daratan yang mayoritasnya adalah dari pembangkit hidroelektrik, inilah yang menjadikan Norway terdepan dari yang lain di dunia.

Berdasarkan Hydropower Association bahwasanya tenaga air secara teratur merupakan penyedia lebih dari 95% total produksi listrik Norway dan sisanya adalah dari panas dan angin.

Berdasarkan penjelasan operator Equinor, pasokan listrik dari darat menjadikan CO2 tercatat dihasilkan lebih rendah di bawah 1 Kg  per barrel (sekitar 0.67 Kg per barrel) dibandingkan dengan rata-rata global yang mencapai sekitar 18 Kg per barrel. Equinor memperkirakan pengurangan emisi akibat tenaga dari onshore akan lebih dari 620.000 Ton setiap tahun, totalnya lebih dari 25 Juta Ton CO2 selama ladang masih dioperasikan.

Pasca 2022, dia juga akan menyediakan tenaga listrik dari pantai untuk ladang-ladang lain di Utsira High meliputi Edvard Grieg, Grina Krog, dan Ivan Aasen. Aktivis iklim mencermati hal tersebut dan berpendapat bahwasanya emisi yang dihasilkan dari produksi itu hanya merupakan satu bagian (sekitar 5%) dari total industri minyak global.

Abdelkarem Abbou, VP, Safety and Sustainability, exploration di Equinor berkata “Tentu saja kebanyakan emisi akan datang dari konsumsi minyak dan gas yang sebenarnya, tetapi eletrifikasi yang digunakan ini mampu setidaknya mengurangi emisi CO2 yang setara dengan 310.000 mobil setiap tahun”.

Namun inilah yang menjadi titik yang dikutip para kritikus sebagai keberatan utama mereka terhadap Johan Sverdrup dan kebijakan pemerintah Norwegia yang juga mendorong perusahaan multinasional minyak untuk berinvestasi. Norwegia menjual mayoritas minyak dan gasnya ke luar negeri, yang mana itu dibakar di sektor-sektor transportasi dan industri yang menghasilkan lebih banyak CO2.

Laporan terbaru dari CNN menyatakan bahwasanya pada 2019 Norwegia memberikan 83 izin produksi yang tercatat dan memulai 57 eksplorasi sumur yang baru. Pada waktu yang sama UN’s Emission Gap Report melaporkan bahwasanya emisi dari minyak dan gas Norwegia dijual ke luar negeri mencapai 470 Juta Ton pada tahun 2017, hal ini menggambarkan bahwasanya angka tersebut melampaui emisi domestik dalam negeri mereka yang hanya mencapai 53 Juta Ton.

Mark Van Baal, selaku pendiri kelompok Climate Pressure mengomentari bahwasanya “Perusahaan minyak yang bertujuan untuk mengurangi emisi, bukan untuk produksinya sendiri, itu sama saja seperti produsen rokok yang menjanjikan bahwa seluruh pegawainya akan berhenti merokok sedangkan produksi rokok meningkat”.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x