Mohon tunggu...
Muhammad Rafii
Muhammad Rafii Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Book

Belajar Membuka Diri untuk Bahagia

1 Desember 2022   08:13 Diperbarui: 1 Desember 2022   08:32 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Book. Sumber ilustrasi: Freepik

Novel 'Kata' merupakan karya ketiga dari Nadhifa Allya Tsana lahir di Jakarta, 04 Mei 1998, pemilik akun Instagram bernama Rintik Sedu ini gemar menulis prosa dan sajak di Blogspot ketika SMA. Menempuh Pendidikan di Poltekkes II Jurusan Teknik Elektromedik. Tsana juga sering membuat podcast di akun Youtube dan Spotify nya. Beberapa karyanya yang sudah di terbitkan antara lain: Geez & Ann #1 tahun 2017, Geez & Ann #2 tahun 2017, Kata tahun 2018, Buku Rahasia Geez, Buku Minta Dibanting, dan Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang. Salah satu karya yang paling fenomenal adalah novel 'Kata'. Novel yang bergenre kisah cinta remaja yang akan ditayangkan di layar lebar setelah karya buku pertama dan keduanya yang sukses di filmkan yaitu Geez & Ann tahun 2021 di Netflix.

Binta Dineschara, seorang gadis yang hidup di keluarga yang bisa dibilang sudah rusak, ayahnya pergi meninggalkan ia dan ibunya entah kemana. Ibunya mengidap penyakit kejiwaan

Skizofrenia. Masalah hidup selalu menghampiri Binta, hal tersebut yang membuat Binta merasa hidupnya berantakan. Binta seorang yang sulit bergaul karena ia berfikir lebih baik dirumah dan mengurus ibunya. Ia hanya memiliki satu teman, namanyay Cahyo. Bahkan Cahyo membutuhkan

Judul Buku      : Kata
Penulis: Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu)
Tahun Terbit: 2018 (Cetakan Petama)
Halaman : 389 Halaman
Harga: 89.000,00.-
ISBN: 978-979-780-932-4
Nama Penerbit : Muhammad Rafii

waktu yang lama untuk berteman dengan Binta. Cahyo sudah mengenal Binta dengan baik, mulai dari sifatnya dan Cahyo sudah akrab dengan ibunya Binta. Cahyo juga sudah mengetahui permasalahan hidup yang sedang dialami oleh Binta.
Binta adalah mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi tetapi ia tidak menikmati masa kuliahnya sama sekali dalam jurusan tersebut. Binta sering sekali dikeluarkan dari kelas oleh dosen karena kesalahannya yang ia anggap biasa. Cahyo sebagai teman satu-satunya itu sudah sering menasehatinya tetapi binta

tetap saja keras kepala. Suatu saat ada senior Cahyo yang ingin berkenalan dengan Binta, yaitu Nugraa atau biasa dipanggil Nug, ia dari Jurusan Arsitek. Nug menjadi primadona kampus, banyak perempuan yang mengaguminya. Namun, dari sekian banyak perempuan yang menyukainya, Nug lebih tertarik kepada Binta.
Nug selalu mencari keberadaan Binta, ketika ketemu Nug langsung menghampirinya. Binta orang yang sangat cuek tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya ia lebih baik diam. Pada saat Nug menghampiri Binta ia selalu jutek terhadap Nug, tetapi Nug ini ber berbeda, Nug sangat senang jika Binta memberikan muka juteknya, karena semakin jutek semakin cantik menurut Nug. Binta selalu memberikan muka jutek bukan hanya kepada Nug saja tetapi kepada semua cowok di kampusnya sepertinya, ia begitu karena ia tidak mau mengingat kejadian masa lalunya, dimana pada saat dulu ia merasakan seperti ini, di kejar-kejar cowok Binta seperti seseorang yang sangat diistimewakan, Biru namanya.
Pada suatu saat Nug mengajak Binta ke sebuah tempat di pinggir kereta, baru saja Nug datang, ia langsung disambut oleh segerombol anak kecil yang langsung memeluk Nug. Sedangkan Biru merupakan seseorang yang senang berpetualang memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Nug. Biru adalah adalah mantan Binta, ia pernah mengisi hati Binta, Binta selalu senang diajak berpetualang tetapi hanya bersama Biru. Biru sempat bilang bahwa ia akan menghilang dari bumi, tetapi ia pasi akan bertemu Binta lagi.
Hari-hari dilalui oleh Nugraha, semakin lama Binta dan Nug semakin akrab, begitu juga dengan ibunya. Binta sudah perlahan melupakan Biru dan semakin memiliki rasa kepada Nugraha.
Nug merasa sangat senang karena perjuangannya tidak sia-sia, tetapi di sisi lain Binta sealu berfikir takut apabila Nug ternyata memiliki kesamaan dengan Biru, menghilang dari Bumi.
Saat Binta sedang merasa bosan ia mendapat hadiah dari Cahyo, yaitu sebuah tiket untuk pergi ke Banda Neira, Binta pergi sendirian tetapi pada saat ia sampai di Banda Neira ia langsung bertemu dengan Biru, Binta langsung memeluk Biru. Ternyata tiket ini dari Biru, ia bertemu dengan Cahyo pada saat berpetualang lalu ia titipkan. Binta sangat senang dan langsung luluh lagi. Hari-hari di Banda Neira ia bersama Biru, hari terakhir di Banda Nrira, ia tidak mau ikut pulang dengan Binta ke Jakarta, karena percuma itu hanya akan menyakiti hati Binta. Binta pulang dengan keadaan sesak dan menangis.
Sesampainya di Jakarta dengan keadaan kecewa, Nug mengetahui masalah ini dan ia memilih untuk diam. Pada akhrnya Biru datang ke Jakarta dan mengetahui bahwa Binta memliki seorang pria yang jauh lebih baik dari Biru. Saat tiba di Jakarta Biru bicara bahwa Nug pantas untuk Binta, akhirnya Binta melalui hari-hari barunya dengan Nugraha.
Buku ini memiliki cerita yang bagus dan membuat pembaca penasaran setiap kali membaca setiap halamannya. Namun, bahasa yang digunakan dalam buku ini sedikit sulit dimengerti oleh pembaca. Kesimpulan yang dapat diambil sebagai manusia alangkah baiknya jangan terlalu tertutup kepada diri sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun