Mohon tunggu...
Muhammad Kifah
Muhammad Kifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Hobi Membaca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Islam dan Ideologi Pancasila

25 September 2022   18:33 Diperbarui: 16 Oktober 2022   23:35 106 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Secara Bahasa, Pancasila berasal dari Bahasa Sansakerta, yaitu kata Panca yang artinya lima dan Sila yang berarti ajaran, dasar, pondasi. Istilah Pancasila diperkenalkan ratusan tahun yang lalu pada agama Budha Ketika zaman Majapahit.

Islam adalah agama yang sangat relevan dan flesibel dalam segala bidang kehidupan dan tak lekang oleh waktu. Islam mengatur segalanya dalam kehidupan, baik kehidupan pribadi, maupun kehidupan bermasyarakat. Dan Pancasila merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang diajarkan dalam agama Islam yang mendukung kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang beragama.

Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila merupakan dasar dalam pelaksanaan pemerintahan atau filsafat hidup dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sedangkan Islam adalah sebuah agama.

Pancasila sedari awal sejalan dengan Islam dan tidak bertentangan. Pancasila itu sendiri disusun oleh perumus yang beragama Islam. Dalam sila pertama disebutkan "Ketuhanan Yang Maha Esa", sila pertama ini bermakna seluruh rakyat Indonesia memiliki tuhan dan bebas memilih agama apa pun yang ingin diikuti. Ini sejalan dengan Islam, yang juga membebaskan para pemeluknya untuk memasuki Islam atau agama lain. 

Jika seseorang menjadi penganut hindu, Kristen, Katolik, dan lainnya dipersilahkan oleh Islam. Karena dalam Islam tidak ada paksaan dalam masalah memilih agama. Islam hanya menyeru dan mengajak, keputusan tetaplah di tangan masing-masing. Dalam Al-Quran Surat Al-Kafirun ayat 6  disebutkan: "Untukmu agamu, untukku agamaku".

Dalam sila kedua disebutkan "Kemanusiaan yang Adil dan beradab" yang berarti kita sesama manusia harus saling menghargai, menghormati, dan menyanyangi satu sama lain. Dan juga hidup dengan karakter dan moral yang baik. Ini juga sama dengan yang diajarkan dalam Islam seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Maidah ayat 8, Islam mengajarkan umatnya untuk berlaku adil dalam segala hal, kepada diri sendiri maupun orang lain. Islam juga menegaskan dan menekankan adab lebih penting daripada ilmu. Adab dulu baru ilmu. Ini bukan berarti ilmu itu tidak penting. Ilmu dan adab itu penting, tapi adab punya nilai tersendiri yang membuatnya lebih penting atau lebih dipandang.

Selanjutnya dalam sila ketiga disebutkan "Persatuan Indonesia". Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya keberagaman. Yang terdiri dari beragam suku, budaya, ras ,etnis, Bahasa, dan lainnya. Dengan keragaman yang banyak dan bermacam-macam ini bangsa Indonesia harus Bersatu dan tidak bercerai-berai untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan Indonesia. Seperti yang dijelaskan di Surat Ali Imran ayat 108 "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.". Dalam Islam kita dianjurkan untuk selalu dalam jamaah atau Bersama agar kita kuat dan tidak sesat ke jalan yang salah.

Kemudian dalam sila keempat disebutkan "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Sila keempat ini bermakna rakyat dipimpin oleh pemimpin yang bijaksana dan dalam penyelesaian masalah dilakukan dengan berdiskusi atau bermusyawarah. Seperti pada zaman Rasulullah, contohnya sebelum pelaksanaan perang, Rasulullah mengumpulkan semua sahabat, kemudian bermusyawarah atau berdiskusi untuk menentukan strategi atau taktik apa yang akan dipakai dalam peperangan.

Kemudian dalam sila terakhir atau sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" Keadilan di sini berlaku dalam segala bidang kehidupan baik batin, maupun zohir. Sesuai dengan agama Islam yang tidak membedakan manusia antara yang satu dengan yang lain dan berlaku adil. Adil di sini bermakna bukan sama rata, tetapi meletakkan sesuatu pada tempatnya atau takarannya.

Dari penjelasan di atas maka antara Pancasila dan Islam tidak perlu dipertentangkan atau diposisikan sebagai dua hal yang kontras. Dua hal ini jelas sejalan dan memiliki hubungan satu sama lain. Dalam sila pertama dijelaskan tentang ketuhanan karena iman atau ketuhanan adalah dasar kehidupan. Begitu juga dengan Islam yang menekankan keyakinan kepada Allah adalah yang pertama.

Pancasila tidak bisa dikatakan bertentangan. Karena sekali lagi dua hal ini sejalan dan berhubungan. Dijelaskan dalam sila keempat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Dalam sila keempat ini banyak kata yang mirip dengan Bahasa Arab. Seperti permusyawaratan berasal dari kata musyawarah, artinya musyawarah atau berdiskusi, kerakyatan berasal dari kata ra'yah, artinya yang dipimpin, perwakilan berasal dari kata wakkalah, artinya perwakilan, hikmat berasal dari kata hikmah, hikmah ini bisa disamakan dengan hakim yaitu pemimpin. Jadi sila keempat ini bisa disebut dengan "Kerakyatan yang dipimpin oleh pemimpin yang bijaksana dalam permusyawaratan/perwakilan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan