Humaniora

Reposisi Arah Tujuan Konseling

4 Oktober 2017   23:08 Diperbarui: 4 Oktober 2017   23:32 499 0 0

Dunia sudah berubah sejak berakhirnya perang dunia ke -2 diletupkan ,bahkan sisa- sisa itu semuanya tinggal di kenang dalam kolektifitas sejarah. Sekarang,kita telah memasuki abad 21 yang dimana bisa kita sebut juga dengan era global . Terutama di wilayah Asia Tenggara globalisai menjadi produk perubahan .AFTA ( Asean Free Trade Area ) adalah zona perang bagi negara kita Indonesia untuk bersaing dalam segala aspek ,terutama aspek pendidikan.

Perubahan adalah sesuatu yang membawa kebaikan ,tetapi sisi lain mengatakan asumsi yang berbeda .Perubahan juga membawa problem banyak yang akan menjadi tantangan bagi setiap individu.Membahas tentang paradoks yang mempunyai pengaruh ke dalam segala sisi kehidupan manusia,terutama dan paling utama adalah di sisi pendidikan.perlu di kaji ulang bahwasannya Bimbingan dan Konseling merupakan sesuatu aspek yang harus diakui ,harus tetap survive dan eksis di era global masa kini.

Melihat kondisi Bimbingan Konseling sekarang diman kebanyakan banyak guru BK di ssekolah -- sekolah yang kurang totalitas dalam mengabdi ,mengapa seperti itu karena kesalahan yang dilakukan Waka bid Kesiswaan yang bias any merangkap menjadi guru BK atau yang lebih parah lagi menunjuk guru yang jam mengajarnya sedikit untuk menangani BK . Itu semuanya merupakan kesalahan fatal dalam manjerisasi sekolah yang keluar dari tupoksi masing -- masing guru atau pegawai sekolah.

Makna hakiki dari konseling sendiri secara bahasa yaitu bersama atau bicara bersama yang diambil dari bahasa latin cousilium.Sedangkan konseling itu sendiri bisa kita maknai adalah komunikasi antara dua orang yangbertujuan memperbaiki dan mengubah diri seseorang untyk menjadi lebih baik. Dari definisi ini kita bisa memahami apakah sudah benar apa yang di lakuakn para guru BK kita ?. Maka dari itu pengkajian reposisi arah tujuan konseling itu sendiri terhadap peserta didik yang menjadi obyek vital ,sudahkah memberi banyak manfaat untuk mereka atau menjadi angina belaka. 

Di tekankan lagi bahwasnnya tujuan utama konseling adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan aspek probadi,aspek sosial,aspek belajar dan aspek karier siswa agar lebih menjadi pribadi yang lebih produktif.Sekiranya itu semuanya merupakan hal penting karena bimbingan konseling juga mempengaruhi pengembangan dunia pendidikan di Indonesia yang telah masuk zona peperangan tidak lain era global.

Permasalahan selalu datang silih berganti -- ganti ,tiap individu pun berbeda masalahnya dan cara penanganannya . Di sini menjadi lahan bagi para guru BK untuk memberikan stimulus sesuai paeran dan fungsi mereka. Jadi ketika mendapat klien dari siswa ,sang guru harus bisa memotivasi dan memberikan sebuah solusi solutif untuk permesalahan klien. Curhat merupakan senjata pamungkas meringankan beban masalah sang klien meskipun hanya sedikit.Konseling disini menjadi instrumen untuk mempersiapkan siswa dapat menghadapi masalah hari ini dan esok hari.

Keberhasilan dalam mengaplikasikan tujuan konseling bukan cuma faktor guru menjadi penentu ,melainkan dalam segi pelayan dan manajerisasi sekolah tersebut agar pengembanganya terpantau dengan baik ,perlu sekiranya di perhatikan aspek manajemen , sumber daya manusia (SDM ) dan dukungan penuh fasilitas sarana prasarana sekolah. 

Tetapi juga tidak lepas juga oleh pengawasan kepala sekolah. Sahabat semuanya ,pernahkah merasakan bahwasannya konseling itu tidak berdampak dalam kehidupan kita ? itu sebuah pertanyan konyol mengapa karena konseling itulah wadah kita membaca diri sendiri . Menjadikan kita dapat memahami diri kita sendiri dan lingkunhgan sosial di sekitar kita . Jadi janganlah kalian aptis dengan konseling karena tujuan koseling sudah jelas dan memberikan manfaatv yang besar dalam hidup kita sahabat.