Mohon tunggu...
Muhammad Ghozali
Muhammad Ghozali Mohon Tunggu... Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

KKN MIT DR XI Tahun 2021 Kelompok 25

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Upaya Mahasiswa UIN Walisongo dalam Mengurangi Ancaman Sampah Plastik di Laut Semarang

23 Februari 2021   21:39 Diperbarui: 23 Februari 2021   23:09 29 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Upaya Mahasiswa UIN Walisongo dalam Mengurangi Ancaman Sampah Plastik di Laut Semarang
Tumpukan sampah di sekitar laut Semarang (Sumber : https://news.okezone.com/)

Semarang – Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari plastik, karena plastik menjadi tempat untuk menaruh barang yang serba guna, seperti makanan, minuman, buah, sayur, ikan, dan lain-lain. Dari dulu hingga sekarang bulan Februari 2021 dan kedepannya, masyarakat di dunia, terutama di Indonesi tidak akan lepas dalam penggunaan plastik. Setelah plastik tidak terpakai lagi, kita akan membuang ke tempat sampah. Namun sebagian masyarakat Indonesia terutama warga di sekitar Semarang Utara yang dekat pesisir pantai masih membuang sampah khususnya plastik ke laut. Hal ini menyebabkan sampah plastik di sana menumpuk begitu banyak dan berbau busuk. Sampah plastik sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia khususnya di Kota Semarang.

               Dilangsir dari CNNIndonesia.com, setiap tahun sekitar 1,29 juta ton sampah plastik dibuang ke laut dan sebanyak 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi, sehingga menjadikan Indonesia nomor urut dua di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik di lautan. Semakin banyak sampah plastik di laut, maka semakin besar ancaman dan dampak yang muncul dari sampah plastik bagi ekosistem di lautan. Selain itu adanya peningkatan sampah plastik hingga dua kali lipat dalam kurun waktu 11 tahun. Oleh karena itu, membuat mahasiswa KKN MIT DR XI 2021 kelompok 25 UIN Walisongo Semarang, bernama Muhammad Ghozali berupaya dalam penanganan sampah plastik di laut Semarang, yaitu saling bekerja sama antara Kelompok KKN dengan pihak lembaga pemerintah peduli lingkungan di Semarang Utara, selain itu peran warga sangat penting agar permasalahan ini bisa diselesaikan, dengan menyadarkan warga untuk membuang sampah pada tempatnya, bukan dibuang ke laut. Dia juga meminta keterlibatan dari pihak swasta dalam penanganan sampah plastik di laut Semarang, kemudian diperlukan suatu alat untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik dari laut Semarang, sehingga lebih efisien dibandingkan dengan cara manual.

Upaya kita dalam penanganan sampah plastik di laut Semarang harus benar-benar dilakukan, demi menyelamatkan keberlangsungan hidup ikan dan biota laut lainnya.“ kata Ghozali.

               Dengan adanya penanganan sampah plastik seperti ini, diharapkan volume sampah plastik di laut Semarang terus berkurang dan produksi dari daratan terus menurun. Jika penanganan sampah plastik tidak dilakukan maka akan mengancam keberadaan biota lautan di laut Semarang. Dilangsir dari CNNIndonesia.com, sampah plastik selain mengancam ekosistem di lautan, tentunya bila sampah plastik dimakan oleh ikat-ikan akan berbahaya dalam keberlanjutan industri perikanan dan pencemaran laut akibat sampah plastik semakin meningkat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Misalnya, Nelayan akan kesulitan mendapat ikan karena pencemaran dan jaring selalu tesangkut oleh sampah plastik di laut Semarang, para pedagang yang rugi karena di dalam ikan yang dijual ada sampah plastik, dan sebagainya.

Penanganan sampah plastik ini mutlak dilakukan, agar perkonomian masyarakat tetap berjalan baik.” ujarnya. 

               Hal ini perlu diperhatikan, karena peran lembaga dan pemerintah Kota Semarang dan khsusunya warga disana sangat penting dalam penanganan sampah plastik di laut Semarang, sehingga ekosistem di lautan tetap aman dan terjaga dengan baik. Diharapkan upaya bisa diterapkan tidak hanya di Kota Semarang, namun daerah lain yang mempunyai kasus yang sama, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan sampah plastik yang suatu saat bisa mengancam kehidupan laut di Indonesia.

VIDEO PILIHAN