Mohon tunggu...
Muhammad Najib
Muhammad Najib Mohon Tunggu... Mahasiswa & Muhibbin

RASULULLAH ﷺ IDOLAKU Menulis hanya untuk menyenangkan Rasulullah ﷺ

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

4 Hal yang Dilarang Rasulullah ﷺ

26 Oktober 2020   02:57 Diperbarui: 26 Oktober 2020   03:18 55 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam suatu riwayat, Rasulullah ﷺ  pernah menyatakan bahwa dalam tubuh kita ini ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka pasti baiklah seluruh tubuh kita. Namun jika segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh tubuh kita. Segumpal daging bernama hati. Demikian seperti yang diriwayatkan al-Bukhari. Dari sabda beliau, kita tahu bahwa baik-buruknya perilaku dan amal perbuatan kita sangat ditentukan oleh baik dan buruknya kondisi hati. Karenanya, kita dituntut untuk memperbaiki dan merawatnya. Untuk merawat hati agar tetap hidup, jernih, dan tidak rusak, dan tidak teracuni, para ulama telah memberikan beberapa rambu kepada kita. Di antaranya dengan menghindari empat hal berikut ini.

Pertama, banyak bicara. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah , yakni "Siapa saja yang banyak bicaranya maka banyak kesalahannya. Siapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit wara'-nya. Siapa saja yang sedikit wara-nya, maka hatinya mati. Siapa saja yang hatinya mati, maka Allah haramkan surga untuknya." Nabi Isa 'alaihissalam pernah berpesan, "Sedikitlah bicara kecuali dengan berdzikir. Sebab, banyak bicara hanya akan mengeraskan hati." Namun tentunya, maksud banyak bicara di sini adalah bicara yang sia-sia dan tidak bermanfa'at seperti ghibah atau gosip dll, sedangkan bicara yang memberi manfaat dan hikmah justru sangat dianjurkan. 

Rasulullah sendiri menganjurkan agar selalu bicara yang baik, bahkan anjuran itu dikaitkan dengan keimanan, "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik-baik atau diam," (HR Malik). 

Kedua, banyak makan, terlebih makanan yang haram. Para ulama menyatakan, di antara perkara yang dibenci adalah penuhnya perut dengan perkara yang halal. 

Ini bermaksud, perut yang dipenuhi dengan yang halal saja sudah dibenci, apalagi dipenuhi dengan yang haram. Adapun rahasia larangan memenuhi perut, salah satunya yang dipesankan oleh Luqman al-Hakim kepada putranya, "Wahai anakku, jika perutmu penuh, maka pikiranmu akan tidur, hikmah jadi tertutup, dan anggota tubuh akan lemah dibawa ibadah dan menuntut ilmu." 

Seorang ahli hikmah juga menuturkan, "Siapa saja yang banyak makannya, pasti banyak minumnya. Siapa saja yang banyak minumnya, pasti banyak tidurnya. Siapa saja yang banyak tidurnya, pasti banyak dagingnya (gemuk). Siapa saja yang banyak dagingnya, pasti keras hatinya. Siapa saja yang keras hatinya, maka ia akan tenggelam dalam kubangan dosa." Ahli hikmah yang lain menyatakan, "Siapa yang banyak kenyang di dunia, maka ia akan banyak lapar di akhirat." Karenanya, berbicara soal perut, Rasulullah telah mengingatkan kepada kita bahwa perut bukanlah wadah yang siap dipenuhi apa saja sesuai keinginan kita.  Sebagaimana dalam hadits diterangkan, "Keturunan Adam tidak dianggap menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk jika memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Karena itu, apa yang dia harus lakukan adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas," (HR Ahmad). 

Selanjutnya, yang Ketiga, banyak bergaul dengan orang-orang buruk. Dikecualikan jika keyakinan dan akhlak kita sudah kuat, dan tujuan kita bergaul adalah memperbaiki akhlak dan aqidah mereka. 

Namun, sekiranya kita masih dalam keadaan lemah iman, maka tinggalkanlah pergaulan dengan mereka. Sebab biasanya, bukan mereka yang berubah baik karena bergaul dengan kita, tetapi justru kita yang tergerus mereka. 

Sebaiknya, jika keyakinan dan akhlak kita masih lemah, bersahabatlah dengan orang-orang sholeh, terlebih persahabatan itu akan berlanjut hingga hari kimat kelak. 

Ya ikhwan, mari fahamin Salah satu hadits Rasulullah   menyatakan, "Sesungguhkan engkau akan dikumpulkan bersama orang-orang yang engkau cintai." Artinya, jika seseorang cinta kepada orang sholeh, maka kelak ia akan dibangkitkan bersama orang-orang sholeh. Demikian pula sebaliknya. Luqman al-Hakim pernah berpesan kepada putranya, "Duhai anakku, kata Luqman, bergaullah dengan orang-orang sholeh dari kalangan hamba Allah dimana saja. Sebab, dari kebaikan-kebaikan mereka, engkau akan mendapatkan kebaikan. Boleh jadi, di akhir pergaulanmu dengan mereka, rahmat akan turun. Dan engkau mendapat rahmat itu bersama mereka. Wahai anakku, janganlah engkau bergaul dengan orang-orang buruk. Sebab, dengan bergaul dengan mereka, engkau tidak akan mendapat kebaikan. Boleh jadi di akhir pergaulanmu dengan mereka, siksaan turun kepada mereka. Dan engkau tertimpa siksaan itu bersama mereka." (Ahmad ibn Hanbal, al-Zuhd). 

Dari bergaul dengan orang-orang sholeh, diharapkan kita pun menjadi orang sholeh. Sebab, orang sholeh yang dijanjikan Allah akan beruntung, "Aku berjanji kepada hamba-hamba---Ku yang sholeh dengan sesuatu yang belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar oleh telinga mana pun, dan belum pernah terbesit dalam hati siapa pun." Demikian janji Allah kepada orang-orang sholeh dalam salah satu hadits qudsi-Nya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x