Mohon tunggu...
Muhammad Arthur
Muhammad Arthur Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Politik yang tidak suka politik

Sekedar Opini

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Relevansi Politik dengan Pendidikan

3 Juni 2020   08:21 Diperbarui: 3 Juni 2020   08:24 88 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Relevansi Politik dengan Pendidikan
Dokumentasi Pribadi

Politik dapat disimpulkan secara sederhana sebagai usaha menggapai kehidupan yang lebih baik. Untuk dapat menggapai hal tersebut, maka diperlukan suatu wilayah kekuasaan yang kita sebut sebagai negara. Negara sebagai pusat kekuasaan politik tertinggi, berfungsi melakukan pembuatan keputusan serta kebijakan untuk dapat mengusahakan kehidupan yang lebih baik dalam segala bidang kehidupan bersama, termasuk dalam bidang pendidikan. 

Plato menjelaskan dalam pandangannya mengenai negara, negara yang ideal merupakan negara yang menjunjung tinggi kebajikan, kebajikan itu merupakan pengetahuan. Hal itu menjadi tolak ukur bahwa sangat penting bagi sebuah negara untuk mendirikan lembaga pendidikan yang berkualitas bagi masyarakatnya.

Melalui lembaga pendidikan itulah, terjadi apa yang disebut dengan transfer of knowledge dan transfer of value sehingga tercipta manusia yang penuh dengan nilai kebajikan dalam dirinya. 

Hal yang tidak mengherankan bahwa rata-rata negara maju di dunia memiliki sistem pendidikan yang maju pula, keterlibatan para pemimpin negara tersebut dalam pengambilan kebijakan sangat mengambil peranan sehingga korelasi antara politik dan pendidikan dapat terjalin dengan semestinya. Investasi masa depan yang dilakukan bukan melalui berbagai penanaman modal, tetapi membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui sistem pendidikan yang terbaik.

Di Indonesia, negara selalu berusaha melakukan berbagai upaya perbaikan sistem pendidikan melalui berbagai kebijakan, mulai dari menaikan anggaran pendidikan, perubahan kurikulum, hingga pembaharuan sistem. Namun demikian, upaya tersebut belum mencapai sesuatu yang diharapkan. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) kemampuan pelajar Indonesia berada diposisi ke 74 dari 79 negara peserta survey. Kondisi itu harus disikapi dengan serius agar nawa cita politik "SDM Unggul Indonesia Maju" menjadi benar-benar terlaksana. 

Disisi lain, masalah pendidikan di Indonesia bukan hanya terbatas pada kemampuan para siswa, ada banyak problematika yang harus diselesaikan seperti, pemerataan akses pendidikan, kesejahteraan para guru, hingga ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Jika bercermin pada fakta diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Indonesia masih belum mampu membangun sektor pendidikan dengan baik, padahal jika melihat cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tertuang dalam kalimat "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa" menjadi refleksi bagi kita bersama bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat mendasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Negara sebagai otoritas kekuasaan politik tertinggi memiliki tanggungjawab yang utama dalam menuntaskan segala persoalan pendidikan yang terjadi. Relevansi yang baik antara politik dengan pendidikan, akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x