Mohon tunggu...
Muhammad Rafif
Muhammad Rafif Mohon Tunggu... Novelis - Mahasiswa

Selama belum masuk ke liang lahat, selama itu pula kewajiban menulis harus ditunaikan

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Prof Azyumardi Azra: Heroes In The Science of Islamic Civilization

20 September 2022   12:01 Diperbarui: 20 September 2022   12:57 157
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: Sila News

Pada hari Minggu siang, sesudah sehabis makan, saya menyetel sebuah tayangan ceramah di salah satu stasiun televisi. Memang sudah jadi kebiasaan orang tua dan saya, ketika ada ceramah agama di Televisi, kita langsung menyaksikan; walaupun jarang sekali saya menonton ceramah hingga abis. 

Saat sedang khusu'nya saya melihat tayangan ceramah tersebut, tiba-tiba mata saya tertuju pada running text yang menginformasikan bahwa Prof Azyumardi Azra telah wafat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kaget dan tidak menyangka adalah sesuatu yang pertama kali terlintas di dalam benak saya. Seseorang yang pertama kali saya kenal dengan predikat Guru Besar UIN Jakarta dan sekaligus sebagai mantan Rektor UIN Jakarta periode 1998-2006 ini ternyata adalah seorang cendekiawan muslim yang pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan peradaban Islam di Indonesia.

Seminggu yang lalu, kita mendengar dan menyaksikan di Televisi bahwa Ratu Elizabeth II meninggal dunia yang membuat seluruh warga inggris dan warga dunia merasa kehilangan yang cukup mendalam karena telah banyak jasa dan kebijaksanaan-kebijaksanaannya yang membuat seluruh rakyat kagum kepadanya. 

Setelah itu, pada tanggal 18 September, kita cukup dikejutkan oleh berita wafatnya seorang yang cukup berjasa bagi peradaban Islam di Indonesia, Prof Azra

Rasa-rasanya bulan September memang betul disebut sebagai bulan yang sangat kelam dan menyedihkan. Selain, banyak kejadian yang sangat tragis seperti tragedy G30S PKI, lalu ada juga tragedi tanjung priok, serta pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib terjadi di bulan September. Bahkan, Presiden RI yang ke-3, B.J Habibie juga meninggal di bulan September.

Tulisan ini tentunya hanya untuk mengenang kepergian beliau, salah satu idola yang membuat saya tetap menulis di dalam situasi dan kondisi apapun. Sungguh sangat layak, ketika ia digelari pahlawan; Pahlawan dalam Keilmuan Islam. 

Sebab, dalam kacamata saya beliau adalah seseorang yang dalam pengorbanan dan perjuangannya selalu berkutat pada apa yang ditekuninya. Pemikiran-pemikiran yang dikeluarkannya bisa menjadi bermanfaat untuk bangsa dan khususnya untuk dunia Islam.

Sangat jarang saya temukan, seseorang yang sudah besar namanya dan juga tinggi gelarnya, namun masih aktif dalam dunia kepenulisan kecuali salah satunya beliau. 

Pemikiran yang beliau keluarkan dalam tulisan memang pada dasarnya merupakan sebagai sebuah manifestasi kenyataan yang memang begitu adanya. Tulisan-tulisannya memang membuat takjub pembaca nya. 

Salah satu kutipan tulisan yang saya sangat setuju dalam salah satu tulisannya adalah, "Selama masih banyak masyarakat muslim yang miskin, rasanya sulit untuk membicarakan peradaban"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun