Mohon tunggu...
Muhammad KemalFasya
Muhammad KemalFasya Mohon Tunggu... Mahasiswa - seseorang yang suka belajar banyak hal

jangan lupa shalat 5 waktu

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Meningkatkan Literasi Siswa Kelas 8 di SMPN 1 Leuwiliang Melalui Media Pembelajaran Menggunakan Media WhatsApp pada Masa Pandemi Covid 19

23 September 2022   22:13 Diperbarui: 23 September 2022   22:15 28 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sabtu, 26 Agustus 2021 diselenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tanggung jawabnya dipegang oleh LPPM UPI. Kegiatan KKN ini dilaksanakan mengikuti aturan-aturan pada masa pandemi, mahasiswa melakukan kegiatan KKN sesuai domisili mereka masing-masing. Mahasiswa yang akan melaksanakan KKN harus memilih program unggulan yang akan dilakukan yaitu program pendidikan atau program ekonomi. Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menyertakan surat pengantar dan surat pernyataan kerjasama pada pihak terkait.

Perkenalkan, saya merupakan salah satu mahasiswi UPI yang melaksanakan kegiatan KKN di SMPN 1 Leuwiliang Bogor berlokasi di Jl., Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Untuk kegiatan KKN sejauh ini yang sudah saya lakukan adalah:

  • Membuat WhatsApp group kelompok 6 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Dr. Amir Machmud, SE., M.Si.
  • Membuat poster dan membuat power point yang berisikan informasi mengenai Literasi dan tentang olahraga saat pandemi covid 19 yang nantinya akan disebarkan kepada siswa, orang tua siswa dan guru agar dapat menerima dan melaksanakan informasi yang terkandung dalam poster pada kehidupan sehari-hari.
  • Membuat google from berupa pertanyaan seputar yang sudah di share ke grup WhatsApp kelas 8 di SMPN 1 Leuwiliang.
  • Mendatangi SMPN 1 Leuwiliang untuk memberikan surat izin penyelenggaraan kegiatan KKN.
  • Mendatangi SMPN 1 Leuwiliang bersama 2 (dua) teman saya untuk memperkenalkan diri kepada bapak Daday Munandar. S.Pd. MM. selaku kepala sekolah.
  • Menghubungi guru kelas 8 melalui WhatsApp untuk memperkenalkan diri dan memberi informasi bahwasannya saya akan membantu dan meningkatkan literasi minat baca tulis sorang anak. Dikarenakan saat ini sedang libur karena sekolah SMPN 1 Leuwiliang baru saja melakukan Vaksin, maka ¬†guru kelas 8 yang saya hubungi memberikan saya tugas untuk membuatkan materi olahraga tentang lari jarak pendek dan jalan cepat dibuat menggunakan power point. Maka dari itu, sambil menunggu waktu sekolah masuk, saya mengisi waktu luang terlebih dahulu untuk membuat artikel mengenai Meningkatkan Literasi Siswa Kelas 8 di SMPN 1 Leuwiliang Melalui Media Pembelajaran Menggunakan Media WhatsApp Pada Masa Pandemi Covid-19. Untuk membuat artikel ini, saya mewawancarai orang tua siswa dan guru SMPN 1 Leuwiliang untuk mengetahui perspektif mereka dalam pembelajaran daring di masa pandemic Covid-19 ini.

Pembelajaran daring sudah dilakukan sejak 16 Maret 2020, hal ini dilakukan dalam rangka mengikuti kebijakan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Coronavirus Disease di Indonesia. Sejak saat itu, tidak ada lagi kegiatan pembelajaran di ruang kelas, akibat dari perubahan ini banyak siswa, orang tua siswa dan guru mengalami culture shock dimana mereka harus beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan online yang mengharuskan mereka memiliki dan mampu menggunakan Teknologi Informasi (IT). Perubahan sangat cepat ini menyebabkan kurangnya kesiapan pembelajaran daring dilaksanakan sehingga berdampak pada perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa.

Keterbatasan jaringan internet dan kepemilikan smart phone menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Walaupun bantuan kuota internet telah diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap saja kualitas jaringan ditentukan oleh setiap daerah. Siswa yang tidak memiliki smart phone pun terhambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring. "tidak semua siswa memiliki smart phone sendiri, terkadang harus rebutan dengan kakak atau orang tuanya, sehingga hal tersebut kerap menjadikan siswa telat bahkan tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran daring," terang Pa Egi seorang guru kelas 8 SMPN 1 Leuwiliang. Anak-anak SMP yang sudah terbiasa melakukan pembelajaran di ruang kelas mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru. Terlebih untuk siswa yang ada di kelas bawah seperti kelas 7 sampai kelas 9 yang masih sangat membutuhkan bimbingan guru selama belajar. Dengan kondisi seperti saat ini peran orang tua sangat dibutuhkan, karena jika pembelajaran daring ini tidak dibimbing oleh orang tua siswa maka kemungkinan siswa memahami materi pembelajaran sangat kecil. Seperti yang dikatakan oleh ibu Dede, orang tua siswa SMP kelas 7, "saya mengalami kesulitan dalam membimbing anak, dikarenakan anak saya susah diajak untuk melaksanakan pembelajaran daring, jika tidak diajak dan diawasi anak saya tidak akan melaksanakam pembelajaran. Karena banyak faktor luar yang membuat anak saya sulit diajak mengikuti pembelajaran daring, yaitu main di luar rumah". Pembelajaran daring juga membuat siswa kehilangan jiwa bersaingnya, dikarenakan tidak melihat perkembangan teman sebayanya di dalam kelas sehingga tidak terpacu rasa ingin memiliki kemampuan yang sama dengan temannya. Sehingga pandangan siswa saat ini dalam hal pembelajaran daring adalah sekadar mengejakan tugas yang diberikan oleh guru, tidak lebih dari itu.

Terdapat kendala lainnya yang menyebabkan rendahnya pengetahuan siswa dalam pembelajaran daring ini yaitu seorang guru merasa kesulitan dalam mengontrol siswa dalam mengikuti pembelajaran daring karena terbatas oleh situasi, oleh karena itu besar harapan guru kepada orang tua siswa untuk membimbing anaknya dalam proses pembelajaran daring. Karena saat ini kesadaran orang tua siswa masih sangat rendah dalam mendampingi anaknya, mereka cenderung lebih mementingkan pekerjaan mereka sendiri. Tidak adanya tatap muka dan pengawasan guru secara langsung membuat siswa menjadi kurang fokus dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

Dengan beberapa kondisi di atas yang menjadikan pembelajaran daring tidak efektif, menyebabkan terhambatnya perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa. "kondisi perkembangan pengetahuan siswa saat ini tertinggal jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum dilakukannya pembelajaran daring ini. Tidak adanya perubahan kondisi pengetahuan dan keterampilan siswa yang signifikan, bahkan cenderung prestasinya menurun," ujar Egi.

Dalam usaha membangkitkan kembali pendidikan di Indonesia, dibutuhkan kerjasama antar sektor agar pendidikan Indonesia dapat terus berkembang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharap dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan siswa seperti kuota internet, bantuan lain yang dirasa dapat meningkatkan proses pendidikan daring ini. Kementerian Kesehatan yang terus berusaha mengentas penyebaran Covid-19 dengan kebijakan-kebijakannya, serta guru-guru diseluruh Indonesia yang harus terus meng-upgrade kemampuan dirinya dalam menguasai IT, model pembelajaran yang inovatif, membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran (seperti penggunaan media zoom atau video conference lainnya) dan lain-lain. Orang tua siswa yang dapat membagi waktunya untuk pekerjan dan membimbing anaknya dalam proses pembelajaran daring, menyediakan fasilitas pembelajaran (smart phone dan internet) untuk anaknya, serta peserta didik yang siap dalam mengikuti pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 ini.

Demikian artikel yang dapat saya buat. Masukan, kritik, dan opini sangat saya terima dengan senang hati dengan menghubungi saya melalui:

Email: kemalfasya@upi.edu

Terus terapkan gerakan 3M: Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Stay safe and stay healthy!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan