Mohon tunggu...
Muhammad HarisFirdausi
Muhammad HarisFirdausi Mohon Tunggu... Long Life Learner

Mahasiswa UMM 2018

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

PMM UMM 68 Belajar Mengolah Sampah Menjadi Pupuk

20 April 2021   08:37 Diperbarui: 20 April 2021   08:45 52 1 0 Mohon Tunggu...

Penumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik akan  menjadi sarang penyakit bagi warga di sekitar tumpukan sampah tersebut, sehingga pengolahan sampah menjadi kegiatan yang bisa mengurangi akibat buruk dari sampah itu sendiri. Kelompok 68 Gelombang 3 PMM Universitas Muhammadiyah Malang menyadari hal tersebut. Sehingga di sela sela kegiatan pengabdian masyarakat, mereka ingin belajar membuat pupuk kompos. Kegiatan PMM atau pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa sendiri adalah kegiatan yang diinisiasi oleh UMM sebagai pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang tidak bisa dilaksanakan selama pandemi Covid 19.

KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat Jalibar Berseri menjadi tempat tujuan mereka untuk belajar mengenai cara pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. KSM Jalibar Berseri juga berada di Desa Oro-Oro Ombo dimana tempat Kelompok PMM tersebut mengabdi.   Pupuk Kompos bermanfaat bagi masyarakat. Sampah yang diolah menjadi pupuk kompos selain bisa mengurangi tumpukan sampah juga bisa menjadi nutrisi yang baik bagi tumbuhan sekitar. Sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pada tanggal 18 April 2021, Bu Titik selaku kepala KSM Jalibar menerima mereka untuk belajar pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Pertama-tama Ketika sampah datang ke Tempat penampungan, sampah akan dipilah  menjadi sampah organik dan sampah plastik.Sampah organik contohnya seperti dedaunan, ranting ranting, kulit buah, biji buah dan sisa makanan.  Sampah organik akan ditampung dalam satu wadah dan ditambah cairan em4 yang mengandung Bakteri Fermentasi, mulai dari Genus Lactobacillus, Jamur Fermentasi, Actinomycetes Bakteri Fotosintetik, Bakteri Pelarut Fosfat, dan juga Ragi.

 Setelah 3 bulan, sampah organik di dalam wadah atau tong tersebut dikeluarkan lalu dijemur beberapa hari sampai kering. Calon pupuk kompos yang sudah kering tersebut lalu dicacah menjadi potongan kecil menggunakan alat penggiling. Setelah itu, pupuk kompos tersebut disaring untuk memisahkan dari sampah plastik yang mungkin saja terlewat saat pemisahan sampah. Setelah pupuk kompos sudah siap untuk dikemas

Bu Titik menambahkan bahwa KSM Jalibar Berseri sudah diresmikan lebih dari 1 tahun. Namun, baru 4 bulan berjalan karena adanya pandemi Covid 19. Namun walaupun masih baru berjalan, KSM Jalibar Berseri sudah mendapat juara 3 sebagai pengelola sampah terbaik di kota Batu. Beliau menambahkan  bahwa mereka m sedang berusaha untuk mengajak masyarakat sekitar untuk bisa menampung sampah mereka di KSM, beliau juga sedang menunggu hasil kualitas pupuk kompos yang dibuat disana. Produk KSM Jalibar Berseri masih mendesain bungkus untuk pupuk kompos produksi mereka

Kelompok 68 Gelombang 3 PMM UMM yang dibina oleh Ibu Nawang Sulistyani, M.Pd.  mengharapkan setelah belajar membuat pupuk kompos di KSM Jalibar Berseri dapat memberikan mereka hardskill sehingga bisa menerapkan di lingkungan masing-masing. Mereka juga akan membantu mempromosikan KSM Jalibar Berseri agar bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Dokpri
Dokpri

VIDEO PILIHAN