Mohon tunggu...
Muhammad Andi Firmansyah
Muhammad Andi Firmansyah Mohon Tunggu... Pelajar Ilmu Pengetahuan Sosial SMAN 19 Garut

Seorang insan (payah) dengan prinsip Lakukan Sesuatu.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

"Tuhan Tidak Sedang Bermain Dadu!" | Sebuah Dunia Tanpa Islam

2 Juli 2020   18:35 Diperbarui: 2 Juli 2020   18:31 119 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Tuhan Tidak Sedang Bermain Dadu!" | Sebuah Dunia Tanpa Islam
intisari.grid.id

Saya percaya bahwa apapun yang memiliki popularitas akan selalu memiliki musuh. Begitupun dengan Islam. Ya, sebuah agama yang menjunjung tinggi kedamaian pun masih saja memiliki musuh. 

Dan ini sudah dalam kehendak-Nya. Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Furqan ayat ke-31 bahwa bagi setiap nabi, telah Allah adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan karena pesan Al-Qur'an diperuntukkan untuk selamanya, maka Islam pun akan selalu memiliki musuh.

Seperti yang kita ketahui bahwa Islam telah dicap sebagai "agama teroris" oleh orang-orang di luar sana (terutama bangsa Barat). Setelah peristiwa kelam 9/11, media mulai memerangi Islam. Mereka menyebarluaskan berita ke seluruh dunia bahwa Islam adalah agama teroris dan radikal (naudzubillah) karena Islam-lah yang mereka yakini sebagai dalang di balik peristiwa 9/11.

Faktanya, apa yang kita dengar bahwa Islam merupakan dalang di balik peristiwa 9/11 hanyalah sebuah teori atau hipotesis yang diajukan oleh pemerintah Amerika. Dikatakan bahwa 19 orang Arab membajak pesawat tersebut dan menabrakannya ke gedung kembar. 

Tetapi jika Anda telah melihat film dokumenter Loose Change yang diproduksi oleh seorang pemuda Amerika, dia membuat video wawancara kepada 75 ilmuwan dan professor Amerika (semuanya beragama kristen) mengatakan bahwa mereka tidak dapat mempercayai 19 orang Arab dapat membajak pesawat itu dan menabrakannya ke gedung kembar. Mereka yakin ini pekerjaan orang dalam yang dilakukan oleh gedung putih (pemerintah Amerika).

Dan saya bisa memberikan alasannya kepada Anda, tetapi itu bukan fokus saya dalam tulisan ini. Intinya, Islam semakin banyak mendapat serangan (terutama dari media barat) bahwa Islam menguasai hati dengan pedang baja (paksaan dan kekerasan), Islam merupakan simbol dari keterbelakangan, Islam mengintimidasi wanita untuk berpakaian serba tertutup. Dan hal ini membuat orang-orang bertanya-tanya, "Akankah dunia menjadi lebih baik tanpa Islam?".

Apakah benar bahwa Islam adalah penyebab krisis yang terjadi sekarang ini? Apakah tanpa Islam maka Timur Tengah menjadi lebih damai? Apakah hubungan antara Timur dan Barat akan tetap ada dan berjalan baik tanpa pengaruh Islam? Graham E. Fuller dalam bukunya berjudul A World Without Islam dengan lantang menyatakan bahwa ada ataupun tidak ada Islam, maka dunia ini tetap sama. 

Akan tetap ada hubungan yang konfliktual antara Barat dan Timur bila ditinjau secara historis-politis. Hal tersebut karena konflik itu telah terjadi jauh sebelum keberadaan Islam dikenal di dunia ini.

Di tengah gencarnya berbagai serangan terhadap Islam melalui berbagai media di kancah dunia kini, berbeda dengan kebanyakan tipikal Barat lainnya yang justru phobia dan antipati terhadap Islam, penulis buku What Islam Did For Us: Understanding Islam's Contribution to Western Civilization justru secara jujur mengakui bahwa Barat berhutang banyak pada Islam.

Barat bisa bangkit dari keterpurukan peradabannya karena menerjemahkan karya-karya Muslim. Jadi jelaslah sebagaimana yang dikatakan oleh pakar sejarah Islam Indonesia, Budi Ashari, beliau menyatakan bahwa "Islam ketika dulu menjadi Negara Adikuasa tidak akan kita temukan pada mereka selain membawa kebaikan pada Negeri yang mereka masuki, dan bahkan mereka mampu mencetak generasi terbaik dunia hingga nama-nama mereka kini masih harum dalam tinta sejarah para sejarawan".

Kembali ke Fuller, dia juga mengungkapkan argumen lainnya bahwa peperangan Barat dengan Islam di awal kelahiran Islam dikenal oleh dunia bukanlah disebabkan karena pemaksaan pindah agama oleh Islam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN