Mohon tunggu...
Muhammad Fuad Usman
Muhammad Fuad Usman Mohon Tunggu... Food Researcher&Developer

Baselang kayu di tungku, mangkonyo nasi masak

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Usul Penamaan Minangkabau Memiliki Ketidaksesuaian Logika

18 Oktober 2020   16:21 Diperbarui: 18 Oktober 2020   17:37 76 4 1 Mohon Tunggu...

Belum lama ini Fadly Zon mengusulkan perubahan nama provinsi Sumbar (Sumatera Barat ) menjadi provinsi Minangkabau.  

Dikutip dari harian Republika.co.id, ada 4 alasan yang menjadi pertimbangan Fadly.  Pertama, provinsi Minangkabau lebih mewakili identitas dan latar belakang sejarah yang ada di provinsi Sumatera Barat. Kedua, peranan daerah Minangkabau dalam pembentukan NKRI. Ketiga, mosi integral M. Natsir. Terakhir, orang Minang memegang peranan penting dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Empat alasan yang dikemukakan Fadly Zon merupakan fakta sejarah yang tak terbantahkan. Namun asal muasal nama Minangkabau sendiri bukan fakta sejarah, melainkan berasal  dari mitos atau tambo yang tidak dapat dipertanggunjawabkan kebenarannya.

Perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum nama Minangkabau dijadikan nama provinsi Sumbar. Setidaknya terdapat 3 kecacatan yang terkandung dalam penamaan Minangkabau:

1.  Cacat Etimologi

Kata Minangkabau tercipta dari penggabungan 2 kata; Minang dan kabau (kerbau).  Dalam bahasa  Indonesia dan kelompok bahasa Austronesia yang lain, penggabungan 2 kata mengikuti hukum D-M (diterangkan-menerangkan). 

Kata Minang sebelah kiri merupakan kata yang “diterangkan” (Modified Noun), sedangkan kata Kabau ( sebelah kanan) merupakan kata yang “menerangkan” (modifying adjective). Menurut hukum D-M, kata “Minangkabau”  mungkin dimaknai sebagai negeri yang menggunakan lambang kerbau, atau Minang yang banyak kerbaunya, dsb.

Jika makna yang diinginkan adalah “kerbau yang menang” sesuai hukum D-M, seharusnya ditulis  Kabauminang.  Kabau “ Diterangkan”, minang “ Menerangkan”. Bukan Minangkabau.

2. Cacat Logika   

Dikatakan dalam tambo  bahwa suatu ketika pasukan Majapahit datang untuk menaklukan  kerajaan Pagaruyung dibawah pimpinan raja Adityawarman. Diutuslah dua orang datuk untuk berunding dengan  pasukan Majapahit. Untuk mencegah pertempuran,  Datuk itu mengusulkan adu kerbau sebagai pengganti  perang.

Usul utusan kerajaan Pagaruyung disetujui. Kedua belah pihak sepakat jika kerbau dari Paguruyung menang, maka pasukan Majapahit dilucuti senjatanya dan diminta  kembali ke Jawa. Sebaliknya jika kerbau majapahit menang, maka kerajaan akan diserahkan ke pasukan Majapahit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x