Mohon tunggu...
Muhammad Yunus
Muhammad Yunus Mohon Tunggu... Guru - Saya adalah seorang imam mushala dikota Padang Sumatera barat.

Saya adalah seorang sarjana sosial dibidang komunikasi dan penyiaran Islam.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Keistimewaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan

12 April 2022   14:23 Diperbarui: 12 April 2022   14:29 424 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi Pribadi: Ustadz Muhammad Yunus, S.Sos

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, disana terdapat ampunan dan Rahmat Allah SWT terbuka untuk ummat Islam. Dalam pelaksanaan kegiatan dibulan Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian pertama 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga dibulan ramadhan.
Berbicara tentang Keistimewaan bulan ramadhan khususnya 10 hari kedua bulan Ramadan tidak boleh kita sia-siakan. Apalagi, pada 10 hari kedua Allah SWT telah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi umatnya yang berdoa dan memohon ampun.
Pada malam-malam inilah saat tepat untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah  diperbuat. Selain berpuasa, maka  berzikirlah serta membaca Al-Qur'an, bersedekah dan melakukan amalan-amalan baik yang lain.

Berkaitan  dengan keistimewaan 10 hari kedua bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:


1.Doa dikabulkan oleh Allah SWT
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)."
10 hari kedua di bulan Ramadan ini merupakan hari terbaik untuk berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat. Sebab pada hari-hari itu Allah SWT memberikan kenikmatan dikabulkannya doa bagi hambaNya. Karena waktu terkabulnya doa yang paling mustajab ada di bulan Ramadan.


2.Terpelihara dari Godaan kehidupan Dunia
Melaksanakan rangkaian ibadah bulan Ramadan di 10 hari kedua, artinya orang tersebut mampu menahan dan menjauhkan diri dari godaan duniawi yang berlebihan. Godaan duniawi yang dimaksud seperti mementingkan urusan dunia dibandingkan ibadah. Misalnya berbicara dengan teman-temannya dengan alasan buka puasa bersama. Contoh lain, tidak melaksanakan salat tarawih karena sibuk menyiapkan keperluan Lebaran.
Wujud Rasa Syukur Seorang Hamba Menjalankan ibadah puasa merupakan bukti bahwa manusia bersyukur, sebab tidak semua orang diberi nikmat mendapat umur dan kesempatan untuk menjalankan ibadah Ramadan di 10 hari kedua.Beribadah kepada Allah SWT disertai dengan niat dalam bentuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.


3. Mendapatkan Pahala yang Besar
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa" (Q.S Al-Baqoroh:183).
Rasul dan para sahabat serta seluruh umat mukmin di zaman terdahulu, telah menjalankan ibadah Ramadan. Sebab itu orang yang menjalankannya juga mendapat pahala besar karena telah mengikuti teladan Rasul yang dicintai oleh Allah.
Wujud Istikamah Mampu menjalankan ibadah di 10 hari kedua, tentu sebuah kenikmatan iman dan hidayah dari Allah sebab tidak semua orang mampu melakukannya.


4. Istikamah dalam beribadah
Pada bulan Ramadan ini memiliki pahala luar biasa. Apalagi jika orang tersebut mampu menjalankan rangkaian ibadah puasa Ramadan secara lengkap, ialah wujud bahwa orang tersebut memiliki rasa istikamah. Sebab ibadah harus dijalankannya semata-mata karena Allah dengan niat untuk akhirat. Pahala istikamah beribadah adalah pahala yang tidak terputus dari Allah. Mencegah Maksiat , Setiap perintah dalam Al-Qur'an pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan serta keberkahan. Sedangkan setiap larangan dalam Alquran pasti mengandung kerugian, kebinasaan, kehancuran, keburukan. Jelas bahwa ibadah di 10 hari kedua Ramadan akan menjadi jalan untuk mencegah maksiat karena banyak berbuat kebaikan.


5. Diberikan  Kemudahan hidup di Dunia dan Akhirat
Seperti yang tercantum pada ayat ke-184 Surat Al-Baqarah, (pada) hari-hari yang tertentu. Barang siapa yang sakit atau safar, maka mengganti di hari lain. Bagi orang yang mampu, maka ia membayar fidyah memberi makan orang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (membayar kelebihan), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." Ibadah puasa Ramadan di 10 hari kedua mudah dijalankan bagi orang yang ikhlas, bagi yang berhalangan boleh mengganti di hari lain dan akan tetap mendapat pahala yang sama seperti ketika Ramadan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan