Mohon tunggu...
Muh. Jamil
Muh. Jamil Mohon Tunggu... Ketua Pengurus BMT Insan Mandiri

Aku Belajar Maka Aku ada

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Duka di Luwu Utara

16 Juli 2020   20:43 Diperbarui: 16 Juli 2020   20:36 7 0 0 Mohon Tunggu...

Kabar bencana kini telah menghampiri kami kembali. Selang beberapa hari juga terjadi di tanah Turatea Bantaeng Sulawesi. 

Banjar bandang telah melululantahkan beberapa kecamatan di Luwu Utara. Menurut laporan BPBD kabupaten Luwu Utara banjir di picu salah satunya hujan  dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan sungai Masamba, Rongkang dan sungai Rada meluap tinggi hingga terjadi banjir bandang.

Telah menjadi qadarullah dari Allah SWT bahwa segala sesuatu telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfuz tak terkecuali bencana yang terjadi di Luwu Utara saat ini.

Tepatnya Senin malam, 13 Juli 2020 siapa yang menduga bahwa bencana ini akan menimpa mereka. Tak terbayangkan bagaimana riuhnya teriakan dan tangisan pada malam itu seolah ini adalah sebuah kiamat yang terjadi.. bagaimana tidak gelombang air yang datang bersama dengan lumpur mengepung rumah-rumah mereka bahkan ada banyak yang hilang terbawa arus bahkan tertimbun oleh lumpur.

Ada 6 kecamatan yang terdampak paling parah akibat bencana ini diantaranya kecamatan Masamba, sabbang, Baebunta Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke barat. Ada ribuan rumah yang terendam akibat banjir bandang ini.

Daridari sini lah hati kami terketuk untuk sedikit memberikan kontribusi kepada korban bencana alam di Luwu Utara kami mengadakan penggalangan donasi baik berupa pakaian, sarung, mukena dan kebutuhan lainnya yang mendesak untuk mereka.

Alhamdulillah 2 hari penggalangan dana kami telah mengumpulkan beberapa pakaian yang layak pakai sarung dll.

Tentunya kami berharap dengan apa yang kami berikan akan memberi manfaat meskipun tidak seberapa. terima kasih kepada teman-teman dari Majelis Taklim Hidayat Moncongloe Mas, Maros. Telah banyak berkontribusi dalam banyak hal, semoga apa yang kita berikan Allah balas dengan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda.

 Duka yang terjadi di Luwu Utara adalah duka kita semua. Bagaimana perih mereka saat ini kehilangan orang-orang terkasih, kehilangan harta benda bahkan ada banyak yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Semoga menjadi pengingat kita semua bahwa tidak ada yang kekal didunia ini semua hanya titipan yang kapan saja Allah bisa ambil kembali.

VIDEO PILIHAN