Mohon tunggu...
muhamad arifin
muhamad arifin Mohon Tunggu... jika kamu bukan anak seorang Raja, bukan juga anak seorang ulama besar maka Menulislah

jika kamu bukan anak seorang Raja, bukan juga anak seorang ulama besar maka Menulislah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

STISDAFA Bangun Budaya Akademik Mahasiswa

6 Maret 2021   15:40 Diperbarui: 6 Maret 2021   15:54 99 1 0 Mohon Tunggu...

MATARAM- SEKOLAH TINGGI ILMU SYARI’AH DARUL FALAH BANGUN BUDAYA AKADEMIK MAHASISWA

Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darul Falah Mataram membangun budaya akademik dengan menggelar studium general dengan tema “Membangun Budaya Akademik Mahasiswa di Perguruan Tinggi Pesantren” Studium General ini diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa STISDAFA Mataram, Jum’at (05/03/21).

Narasumber dalam kegiatan ini  adalah Almukarram TGH. Zafrul Fauzan Tabrani bersama moderator Dr. Muhamad Arifin, M.Pd. dalam pemaparannya narasumber studium general menyampaikan pengaruh tokoh islam dalam dunia ilmu pengetahuan, seperti yang terjadi di Abad pertengahan Eropa yang merupakan “era gelap” kemajuan ilmiah ditorehkan oleh dunia Islam. Di era tersebut lahir orang-orang muslim jenius di jazirah Arab seperti, Baghdad, kairo, damaskus, cordoba dan lainnya.

Berbagai disiplin ilmu muncul, mulai dari Trigonometri, Aljabar dan Kimia belum lagi dunia Kedokteran, Astronomi, Teknik serta pertanian dan lainnya. Seperti Ibnu Sina adalah seorang filsuf terkenal di dunia medis beliau juga dijuluki sebagai bapak kedokteran, Al Zahrawi yang berkutat di bidang media, Al Khawarizmi ahli matemateka yang terkenal sebagai penemu Al jabar. Ibnu al Haitham sebagai bapak optik modern dan banyak lagi tokoh lain yang berpengaruh di dunia Islam. Dan kita berharap mahasiswa di perguruan tinggi pesantren mampu mengintegrasikan ilmu agama (tafaqquh fi addien) dan ilmu umum yang semuanya itu bertujuan menunjang pemahaman kita tentang islam dan kekuasaan sang khaliq.

Dokpri
Dokpri
Dr. Muhammad Arifin,M.Pd selaku moderator sekaligus waka I bidang Akademik STISDAFA Mataram mengawali sambutannya dengan menekankan bahwa bahwa mahasiswa merupakan tonggak agen perubahan bangsa ke arah yang semakin maju. Sebagai langkah awal menjadikan bangsa semakin maju, anak bangsa harus mampu mengubah kebiasaan-kebiasan kurang produktif menjadi kebisaan yang lebih produktif, mahasiswa yang disebut sebagai kaum intelektual harus bertransformasi dari budaya akademik yang buruk (toxid culture) menjadi budaya atau iklim akademik yang sehat (healthy culture) apalagi pada era millennial sekarang ini.

Setelah penyampaian materi disambung dengan sesi tanya jawab. Dalam kesempatan ini mahasiswa sangat antusias untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber, terbukti dengan adanya beberapa mahasiswa yang bertanya. Setelah selesai tanya jawab studium general disimpulkan oleh moderator, selanjutnya acara ditutup dengan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, Muassis dan masyayikh Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Mataram.

VIDEO PILIHAN