Mohon tunggu...
Muhamad Fahmi
Muhamad Fahmi Mohon Tunggu... Mahasiswa

Hanya menulis

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Hukuman Pelaku Penimbun Barang (Masker)

28 Maret 2020   20:34 Diperbarui: 28 Maret 2020   20:47 32 0 0 Mohon Tunggu...

Saat ini kita semua pastinya sudah mengetahui mengenai permasalahan yang sedang dialami oleh Negara kita, yaitu Virus Covid-19. Virus Covid-19 ini pertama kalinya muncul di daerah Wuhan, Tiongkok. Virus ini sangatlah berbahaya karena proses penularannya yang bisa dibilang sangatlah mudah, hanya dengan perantara udara saja kita bisa terinveksi virus Covid-19 ini.

Beberapa cara untuk kita dapat memangkas penularan virus ini adalah dengan membiasakan mencuci tangan, mengurangi interaksi dengan orang banyak, tidak menciptakan keramaian dan pastinya kita harus menggunakan masker jikan ingin bepergian kemana-mana.

Dengan adanya masker, ketika kita pergi keluar setidaknya kita akan mengurangi resiko terinveksi oleh virus ini. Tetapi di Indonesia ini, masyarakat masih banyak yang kurang sadar akan betapa pentingnya masker dalam meminimalisir penularan virus ini. Banyak kita temui masyarakat Indonesia yang bepergian keluar rumah tanpa menggunakan masker, padahal itu akan sangat rentan terkena virus Covid-19 ini.

Mungkin alasan masyarakat Indonesia tidak menggunakan masker adalah mahal serta langkanya masker tersebut. Ditengah-tengah situasi yang seperti ini ada saja orang yang memanfaatkan kelangkaan masker tersebut dengan membeli dan menyimpannya untuk dijual dengan harga yang lebih mahal lagi.

Tindakan yang demikian sangatlah salah, baik dimata hokum maupun dimata kemanusiaan. Jika dimata hukum pelaku penimbun masker tersebut dapat dijatuhi hukuman berdasarkan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 yang berbunyi "Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000 (lima puluh miliar rupiah).

VIDEO PILIHAN