Mohon tunggu...
Muhamad RafliSubagja
Muhamad RafliSubagja Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia yang sering tertarik kepada urusan sepak bola

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Dianggap Sampah oleh Sebagian Orang, Oleh Tangan Pria Ini Limbah Kain Berhasil Menjadi Ladang Rupiah

27 Oktober 2022   13:53 Diperbarui: 27 Oktober 2022   14:08 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
contoh limbah kain yang diubah menjadi baju anak/dokpri

Seorang pengrajin bernama Amin berhasil menyulap sebuah limbah kain menjadi baju anak-anak yang murah meriah.

Pria asal Ciamis tersebut memilih untuk membuat baju anak yang berbahan dasar limbah kain.

Alasan ia memilih limbah kain sebagai bahan dasar baju anak adalah harganya yang sangat terjangkau.

Untuk membuat dua puluh lusin baju, Amin membutuhkan limbah kain sekiranya lima puluh kilogram limbah kain.

"Biasanya saya kan menggunakan bahan dasar dari limbah, nah dari limbah tersebut biasanya membutuhkan sekitar lima puluh kilo untuk membuat dua puluh lusin," ujar Amin.

Dalam seminggu, Amin bisa memproduksi 85 lusin baju anak.

Bermodalkan Rp12.000 hingga Rp.15.000 untuk harga per kilo limbah kainnya, omset yang berhasil diraih oleh pengrajin ini bisa mencapai lebih dari Rp 4.000.000 per bulannya.

"Untuk omset yang saya hitung bersih, kira-kira lebih sih dari 4.000.000," kata pria asal Ciamis tersebut.

Memulai usaha sejak tahun 1995, Amin sukses mempertahankan usahanya hingga sekarang. Amin meceritakan bahwa dalam mendirikan usaha ini, ia terinspirasi dari tetangga di kampung asalnya yang membawa ia ke Bandung.

Ia bercerita juga bahwa dulunya ia berangkat dari sebagai pegawai biasa.

"Awalnya dulu pada tahun 80-an saya diajak oleh tetangga saya di kampung untuk merantau ke Bandung. Di Bandung itu saya dulu membuat cuma celana anak saja, baru tahun 95 setalah saya menikah, saya memutuskan untuk mendirikan usaha ini," ucapnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun