Mohon tunggu...
Pakde Amin
Pakde Amin Mohon Tunggu... Penulis - Perjalanan Dalam Mencari Harmonisasi Kehidupan Diri

Belajar menikmati dan memaknai kehidupan melalui kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pulang dengan Cinta

23 November 2021   23:08 Diperbarui: 23 November 2021   23:25 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pulang Dengan Cinta

Bila dalam penderitaan diriku lemah
Mungkin masih dalam wadah manusia
Yang mudah terbawa arus kehidupan
Dan tak memiliki pondasi yang kuat

Bila dalam kekeringan diriku tak berdaya
Mungkin masih dalam wadah jasmaniah
Yang butuh asupan air yang basah
Dan tak terbiasa dengan cobaan

Ooii  ... Bukan ini jalan ku
Yang terlena dan terbakar api dalam hidupku
Kesadaran untuk keluar dari api membangunkanku
Agar diri ini lepas dari cinta yang palsu

Namun kini diri sudah berbeda
Penderitaan dan kekeringan ibarat iringan alunan nada
Yang terdengar dalam ritual perjalanan
Dan menjadi obat pelipur lara karena cinta

Laksana matahari naik tinggi di tengah hari
Tanpa pelindung saat berjalan ditengah lautan pasir
Tak menyurutkan langkah kaki ini
Untuk menyerah dalam mencari cinta sejati

Tak akan ku hiraukan jasad lagi
Tak peduli dengan kemilau kehidupan ini
Karena diri ingin kembali
Pulang dengan membawa cinta sejati

Duhai Sang Pencipta...
Diri mencoba luluh dalam makna
Mencari cinta yang akan diri bawa
Bertemu dan berkumpul dengan para pencari cinta

Mungkin diri sekarang dianggap orang gila
Yang tak punya aturan dan ketundukan
Kepada manusia yang dipenuhi jiwa serakah
Hanya tunduk pada mantra pesona dunia

Karena diri hanya mencari kedamaian jiwa yang penuh dengan kepasrahan
Bukan pergi meninggalkan nasib diri selama ini
Bukan lari dari kenyataan yang dijalani
Namun karena diri sadar akan perjalanan ini

Pulang dengan cinta kini yang ku cari
Rindu bertemu DiriMU sudah membakar dan merenggut hati
Karena hatiku sudah tenggelam dalam cinta sejati
Pulang dengan cinta menuju kesunyian milik Illahi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun