Mohon tunggu...
Pakde Amin
Pakde Amin Mohon Tunggu... Penulis - Perjalanan Dalam Mencari Harmonisasi Kehidupan Diri

Belajar menikmati dan memaknai kata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bangunan Cinta

2 November 2021   19:35 Diperbarui: 2 November 2021   21:06 119 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bangunan Cinta

Cinta ibarat sebuah bangunan mengalami perkembangan
Dari cinta monyet hingga cinta sejati manusia
Namun makna apa yang sebetulnya terasa dengan kata cinta
Dan dimana diri terjebak dalam cinta?

Cinta monyet merupakan sebuah angan angan belaka
Sebagai sebuah bangunan yang hanya sekedar gambaran harapan
Yang tak mengerti unsur dan kaedah yang ada
Sehingga mudah runtuh dan goyah

Dan mungkin itulah cinta yang banyak terjadi
Banyak diri yang terjebak dalam kondisi ini
Menyebabkan diri terpenjara dalam angan dan mimpi
Yang mudah hilang rasa cinta yang ada di hati

Cinta buta mungkin bagian dari yang lain
Bagaikan diri menjadi seorang pelari
Mencari dan berkejar-kejaran untuk memuaskan ambisi
Agar mendapatkan setetes kasih dari sang pujaan hati

Jika ini sebuah bangunan,
Laksana bangunan tanpa pondasi
Yang cantik rupa ujud dan hiasannya
Namun tak memiliki dasar kekuatan untuk menyatukan dua hati

Cinta sejati adalah yang harus dicari
Banyak diri yang lupa dan lalai untuk mencari
Sudah takut akan bayangan dan sulitnya medan yang dilalui
Karena cinta sejati butuh pengorbanan untuk menuju kebahagian diri

Jika ini sebuah bangunan
Yang ditopang dengan pondasi yang kuat
Dan memiliki tembok dan atap yang mampu menahan halangan
Tempat yang pas untuk merajut asa dan harapan menuju kemenangan

Hai diri...
Janganlah berteman dengan kekalahan
Karena cinta "palsu' penuh kebohongan dan akan menjerumuskan
Menjadikan diri terpenjara dalam kebahagian yang fana

Pilih dan Cari... Cinta yang sejati
Karena akan menemukan teman untuk menjadi pelari sejati
Berlari dalam kehidupan yang tanpa ambisi
Untuk menuju kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki....

Magelang, 2/11/2021
KAS

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan