Mohon tunggu...
Aji Santoso
Aji Santoso Mohon Tunggu... Freelancer - Sang Jurnalis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis adalah sebuah cara bagaimana kita bisa berbagi informasi dan mengekspresikan apa itu sebuah karya sebagian untuk menghibur diri mungkin juga orang lain.

Selanjutnya

Tutup

KKN Pilihan

KKN di Desa Petani yang Sepi!

30 Mei 2024   08:53 Diperbarui: 30 Mei 2024   08:54 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://awsimages.detik.net.id/visual/2023/07/05/menghindari-suhu-panas-petani-di-vietnam-menanam-padi-di-malam-hari-afpnhac-nguyen-4_169.jpeg?w=800&q

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada suatu ketika waktu memilih tempat untuk melakukan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya di tempatkan di sebuah desa yang dikenal sebagai desa petani karena berpenghasilan besar di sektor pertanian di karenakan tanahnya yang subur dan masih jauh sekali dengan perkotaan. 

Perjalanan saya tempuh dari rumah sekitar 2 jam lebih karena jalannya yang kurang bagus dan sempat mencari-cari tempatnya bersama teman KKN saya yang lainnya. 

Setelah sampai di desa itu saya dan teman-teman di tempatkan di sebuah dusun dari desa tersebut oleh Kepala Desa.  Perjalanan pun dimulai untuk menuju kerumah kepala dusun yang jaraknya antara desa dan dusun yang lumayan jauh karena melewati sawah dengan jalan yang naik turun bukit. 

Sesampainya di rumah kepala dusun saya dan teman-teman di berikan tempat tinggal sebuah rumah kosong yang sudah ditinggal oleh pemilik rumah selama 10 tahun lebih. 

Kami membagi kamar yang dimana ada 2 kamar di depan untuk para perempuan dan 1 kamar dibelakang untuk kita para laki-laki karena disini kita beranggotakan 10 orang yaitu 4 laki-laki dan 6 perempuan. 

Di dusun ini semua warga mayoritas menjadi petani mulai dari yang mudah sampai yang tua sangat kompak untuk membajak sawah dan bercocok tanam. Karena kegiatan masyarakat sering dilakukan di pagi sampai sore hari jadinya di malam hari disini masih sangat sepi karena tidak ada yang nongkrong di luar rumah ataupun warung kopi. Kendala sinyal disini juga sering terjadi karena belum mendapatkan akses internet yang layak karena masih termasuk desa yang terpencil. Waktu malam kita habisnya dengan mengobrol sambil mengerjakan tugas yang ada dikarenakan suara kita terlalu keras saat mengobrol ada salah satu warga yang mengingatkan kepada kita supaya istirahat saja jangan begadang di malam hari nanti bisa terjadi apa-apa. Salah satu teman saya tidak mau mendengarkan dan kita lanjutkan saja mengobrol sampai larut malam dan tidak lama setelah itu ada teman perempuan kami yang kesurupan berbicara tidak jelas lalu pingsan. Saya dan teman-teman sepakat untuk beristirahat tidur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pagi haripun tiba dan teman saya yang kesurupan tadi malam berkata kalau malam itu dia tersesat di hutan yang seram sekali. Ketika saya menemui kepala dusun dia berkata untuk mengikuti aturan yang ada di dusun itu agar tidak begadang di depan rumah dan membuat keributan supaya tidak terjadi apa-apa lagi. Salah satu teman saya bertanya tentang tetangga yang menegur kita tadi malam yang orangnya nenel-nenek sudah tua dan saya juga penasaran tentang itu. Kepala dusun bilang kepada kita di sebelah kanan dan kiri rumah yang kita tempati itu juga merupakan rumah kosong yang tidak berpenghuni selama 5 tahun lebih. Kepala dusun mengingatkan supaya kita jangan lupa untuk terus berdoa menurut kepercayaan masing-masing dan jangan berbuat yang macam-macam karena dusun ini menjaga dan merawat tradisi. Begitulah cerita yang kami terima dan selanjutnya kami menjalani KKN dengan lancar dan bisa pulang dengan sehat jasmani dan rohani.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kisah Kisah Ngeri

Kuliah Kerja Ngonten

Mohon tunggu...

Lihat Konten KKN Selengkapnya
Lihat KKN Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun