Mohon tunggu...
Muh. Taufik
Muh. Taufik Mohon Tunggu... Wiraswasta - belajar dan terus belajar memperbaiki diri

berusaha selalu nyaman walaupun selalu dalam kekurangan

Selanjutnya

Tutup

Humor

Berilah Anakmu Nama yang Baik-baik

25 November 2010   07:26 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:19 454
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humor. Sumber ilustrasi: PEXELS/Gratisography

Salam.

Sebelum menulis ini saya mau memohon maaf, mudah-mudahan tidak ada yang merasa tersinggung dengan cerita saya ini.Saya tidak tau, entah nyata atau tidak.Cerita ini dituturkan oleh teman sewaktu asyik ngopi di teras pondokan.Konon katanya pernah ada seorang anak yang lahir disebuah kampung.Kelahirannya disambut penuh suka cita oleh orang tuanya,apalagi yang lahir seorang bayi laki-laki.Tumpuan harapan,penerus generasi,pelanjut sejarah,pendukung keagungan sebutan dimasyarakat.

Sang bayi pun tumbuh sehat dan cerdas,semakin menambah semangat orang tuanya dalam berusaha dan memberi yang terbaik.Oleh orang tuanya anak itu diberi nama Batula.Entah apa maknanya,mungkin merujuk ke istilah baitullah(Ka'bah).

Singkat cerita si Batula ini pun beranjak remaja setelah melewati masa-masa sekolah di SD,SMP,SMA di kotanya dengan cemerlang.Kini,tibalah dia pada keinginan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik di kota Makassar.Dia pun mendaftar disebuah perguruan tinggi favoritnya dan memilih masuk fakultas ekonomi.Fakultas yang menjadi idaman hampir seluruh calon mahasiswa sosial.

Namun karena dasarnya si Batula ini memang cerdas,hampir semua mata kuliah dilalap dengan baik dan tidak ada yang terlewati apalagi harus mengulang semester pendek.Semua lancar,termasuk kegiatan ekstra kurikuler pun banyak di ikutinya.

Tahun ke 4 kuliah,diapun menjalani KKN disebuah desa terpencil,istilahnya sih praktek lapang.Walaupun nyatanya lebih banyak yang hura-hura dan pacaran.Tapi begitulah namanya juga program.2 bulanpun berlalu dengan lancar.

Tahun ke 5 pada semester berikutnya diapun menempuh ujian skripsi, dan hasilnya bisa ditebak summa cum laude.Luar biasa.Prestisius.Itulah masa yang dinanti-nantikan oleh semua orang tua,yaitu masa wisuda.Dimana rasa lelah membiayai anak kuliah sekian tahun pun menguap,berganti kebanggaan.Maklum,sarjana pertama di desanya.

Dengan langkah tegap dan ceria,Batula pun melangkah ke auditorium untuk diresmikan sebagai sarjana.Kini lengkaplah sudah gelarnya sebagai sarjana.Diapun berhak menyandang gelar yang mentereng :Drs.Batula,SE.

Namun ada satu hal yang agak mengganjal bagi keluarga ilmuwan baru kita ini,yaitu namanya menjadi agak terdengar aneh bagi telinga orang sekampung.Nama Batula itu sudah biasa,namun tambahan SE dibelakang namanya membuat sebutannya jadi agak lain,kedengarannya menjadi batulase.Bagi telinga orang Bugis,batulase itu berarti (maaf) biji pelir.Masalah inipun menjadi bahan gunjingan orang sekampung,sehingga membuat risih kedua orang tuanya,mereka lalu bertanya kepada Batula;

"nak apa memang harus seperti itu nama kamu,kami fikir setelah lulus kuliah nama kamu makin bagus,kenapa jadi seperti ini".

Dengan tertunduk,Batula pun menjawab: "begitulah mak,mungkin karena saya salah memilih jurusan atau karena mak yang salah memilih nama untuk saya".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun