Kesehatan

Tak Memerlukan Obat, Inilah Pengobatan yang Memanfaatkan Teknologi dan Keterampilan

10 Agustus 2018   07:57 Diperbarui: 10 Agustus 2018   08:18 239 0 0
Tak Memerlukan Obat, Inilah Pengobatan yang Memanfaatkan Teknologi dan Keterampilan
(Sumber: btl.co.id)

"Kamu pernah sakit?". Ya tentu saja, hampir semua orang pernah merasakan sakit, baik itu sakit yang tidak membutuhkan pengobatan yang serius ataupun sakit yang membutuhkan pengobatan yang serius. Bahkan dalam satu bulan, persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan sebanyak 28,62% (BPS, 2017). 

"Apa itu sakit? Apa kategori sakit?"

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sakit adalah berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu. Permasalahan saat ini adalah jika kamu sakit, apakah kamu ke dokter? Ataukah kamu hanya membeli obat di apotek atau warung?

Jika langkah kamu selanjutnya ketika sakit adalah ke dokter atau rumah sakit maka itu pilihan yang tepat. Namun, jika kamu sakit, dan hanya memilih membeli obat di warung tanpa resep dokter, maka pilihan tersebut salah. "Kenapa salah?" Pembelian obat tanpa menggunakan resep dokter akan membahayakan kondisi kamu, apalagi meminum obat tersebut secara berlebihan, yang dapat membuat kerusakan atau permasalahan pada organ tubuh kamu yang lainnya. Hal itu dikarenakan, setiap obat memiliki efek samping yang dapat merugikan jika digunakan secara berlebihan tanpa dosis tertentu.

"Apakah kamu menjadi salah satu orang yang sering mengkonsumsi obat secara berlebihan?". Jika iya, maka mulai dari sekarang kamu harus berhenti dari kebiasaan tersebut, agar efek samping obat tersebut tidak membahayakan tubuh kamu. 

Konsumsi obat yang berlebihan tanpa dosis tertentu akan memberikan dampak yang lebih buruk bagi kesehatan, maka terdapat beberapa orang yang sangat berhati-hati ketika mengkonsumsi obat, dan lebih memilih pengobatan lain untuk mengatasi permasalahan kesehatannya, seperti melakukan pengobatan tradisional. 

Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan tersendiri bagi beberapa orang-orang tertentu. Seiring berkembangnya zaman, segela aspek kehidupan pun akan berkembang yang didukung dengan kemajuan teknologi dan informasi. Hal itu, membuat orang-orang mulai selektif dalam pemilihan layanan kesehatan. 

Perkembangan zaman yang semakin pesat, membuat perkembangan dalam bidang teknologi menjadi pesat pula, termasuk dalam bidang kesehatan. Penggunaan teknologi dalam bidang kesehatan diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik. 

Oleh karena itu, dengan pertimbangan perkembangan teknologi dan resiko konsumsi obat yang berlebihan, maka lahirlah sebuah inovasi, dimana teknologi dan keterampilan menjadi sebuah dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan.

(Sumber: ssw.edu)
(Sumber: ssw.edu)
"Apakah kamu pernah menggunakan teknologi sebagai metode pengobatanmu?"

Jawabannya mungkin saja iya, atau mungkin saja tidak. Di era milenial ini, teknologi menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan, maka mungkin saja kamu sudah sering melihat berbagai jenis teknologi yang digunakan dibidang kesehatan. Penggunaan teknologi dalam bidang kesehatan sudah ada sejak dahulu, salah satunya yaitu pelayanan fisioterapi. "Apa itu fisioterapi?"

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi. 

Berdasarkan definisi tersebut, terdapat dua kata kunci dalam pelayanan fisioterapi yaitu teknologi dan keterampilan. Penggunaan teknologi dalam pelayanan fisioterapi sudah ada sejak lama, dikarenakan praktek fisioterapi yang dilakukan oleh Hypocrates dan Hector sudah ada sejak zaman 460 M. Meskipun fisioterapi telah berkembang sejak dahulu kala, namun perkembangan fisioterapi di Indonesia baru dimulai pada tahun 1956. 

Pelayanan fisioterapi yang baru berkembang pada tahun 1956 di Indonesia, membuat penggunaan teknologi dalam pelayanan fisioterapi juga ikut tertinggal, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah mengembangkan pelayanan fisioterapi lebih dulu. Di rumah sakit atapun klinik di Indonesia, memiliki beberapa teknologi kesehatan dalam pelayanan fisioterapi, seperti:

Infra Red Rays

(Sumber: amazon.de)
(Sumber: amazon.de)
Infra Red Rays adalah pancaran gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 7.700-4.000.000 A. Pancaran sinar dari infra red rays akan menghasilkan gelombang, dimana gelombang tersebut akan digunakan sebagai teknologi untuk terapi.

 Salah satu fungsi infra red rays adalah digunakan untuk pre-eliminary exercise. Jika dianalogikan dengan sebuah kendaraan yang akan digunakan untuk berkendara, maka sebelum mobil tersebut digunakan, terlebih dahulu akan dipanaskan. 

Begitupula dengan fungsi infra red rays ini dalam pre-eliminary exercise, dimana teknologi ini akan menghasilkan gelombang yang digunakan untuk memberikan efek panas pada otot yang sudah lama tidak bekerja / berkontraksi, agar otot ini tidak menjadi "tegang" ketika akan diberikan latihan / exercise.

Interferensi

(Sumber: indiamart.com)
(Sumber: indiamart.com)
Teknologi ini biasanya digunakan sebelum memberikan exercise / latihan kepada pasien. Salah satu fungsi alat ini adalah untuk mengurangi nyeri yang dirasakan pasien pada area yang bermasalah. "Kok bisa?" 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3