Mohon tunggu...
MT ZULTAQWA
MT ZULTAQWA Mohon Tunggu... Pengacara - mister in de rechten

Manusia yang tak kunjung pandai

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pilkades dan Partisipasi Generasi Muda

9 September 2019   15:06 Diperbarui: 9 September 2019   15:10 1074
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Demokrasi hanya berjalan kalau disertai rasa tanggung jawab. Tidak ada demokrasi tanpa tanggung jawab. Dan, demokrasi yang melewati batasnya dan meluap menjadi anarki akan menemui ajalnya dan digantikan sementara waktu oleh diktator." - bung Hatta

Pilkades, Proses Demokrasi di Tingkatan Paling kecil dengan Potensi Gesekan yang Besar.

Jika membandingkan politik kancah nasional dengan pedesaan jelas sangatlah berbeda. Tentu bagi saya lebih menarik politik pedesaan. Mengapa demikian? Karena jumlah lingkup pemilih yang kecil membuat politik pedesaan sangat terasa secara langsung bagi masyarakat. Oleh sebab itu, obrolan-obrolan di tongkrongan dengan tetangga pun mesti berhati-hati. Jangan sampai menyakiti dan menyinggung calon kepala desa pilihan hati tetangga.

Bagi saya, dunia perpolitikan kelas pedesaan merupakan kontestasi politik yang sesungguhnya. Sebab, antara calon dan pemilih bersentuhan secara langsung. Bahkan tidak-tanduk calon itupun sudah dikenali oleh pemilih (masyarakat) dengan baik. Bisa dikatakan bahwa demokrasi sebetulnya ada di desa. Aroma pemilu pun sangat terasa jika Pilkades akan berlangsung.

Perhelatan akbar dalam rangka memperebutkan kursi Kepala Desa adalah salah satu wahana pembelajaran politik bagi warga desa. Seyogyanya, setiap calon dan Timses memberikan sentuhan-sentuhan politik yang mengedukasi warga. Tentu saja edukasi politik yang mengarah para hal posisif dan baguna bagi masyarakat desa secara keseluruhan.

Makanya, tidak main-main, Jika penanganan yang salah terhadap Pilkades ini akan berakibat buruk, ekses sosial yang tinggi, cemoohan, gesekan yang besar; konflik berkepanjangan, bahkan sampai ke tingkat fisik pun telah menjadi lumrah bahkan sesudah Pilkades.

Partisipasi Generasi Muda Desa

Potensi Generasi muda desa tidak boleh dipandang sebelah mata, karena tidak sedikit pemimpin bangsa lahir menjadi anak desa, di desalah mereka diperkenalkan moral Indonesia yang sesunguhnya. Dimana masih sangat hidup arti kesederhanaan, kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa, saling menghargai satu sama lain.

Pemuda adalah masa depan, Generasi muda adalah bagian masyarakat yang potensial dalam membangun suatu perubahan. Sejarah membuktikan bahwa kehadiran dari Gerakan yang diprakarsai oleh golongan muda, sangat efektif dalam melawan status quo negatif serta berbagai kemandekan yang terjadi pada masyarakat atau bangsa tertentu.

Sudah saatnya Generasi muda ambil bagian dalam perhelatan demokrasi Desa, ambil peranan yang penting dalam menentukan arah masa depan desa. muda adalah potensi. Bonus demografi harus bermula di desa. tentu dengan kolaburasi positif antara generasi anom dan sepuh. yang selama ini belum terbagun, sebab berbagai benteng yang menghalangi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun