Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mari Kita Bunuh Dia

19 Oktober 2022   08:56 Diperbarui: 19 Oktober 2022   17:08 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi dari shutterstock.com via suara.com

[Tetiba aku teringat hasutan kaum munafik duaribu tahun lalu di Yerusalem.]

"Dia telah mengancam tahta dan harta kita. Mari kita bunuh Dia, demi keselamatan kita."

Lalu pamungkas.  

"Sebab bukankah lebih baik Satu Orang itu mati daripada kita semua binasa?"

[Kalimat-kalimat seorang jaksa tentang kasus sejumlah polisi membunuh seorang polisi, membuatku berpikir, bahwa sejarah hanyalah pengulangan tragedi yang sama.] 

*Gang Sapi Jakarta, 19 Oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun