Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Kenapa Admin Kompasiana Tak Menindak Plagiat Ini?

3 September 2022   09:51 Diperbarui: 3 September 2022   18:44 644 53 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Promo karena bingung cari ilustrasi (Dokpri)

Admin Kompasiana itu pilih bulu. Kalau plagiator puisi karya SDD, misalnya, langsung ditindak. Puisinya langsung dihapus. Beberapa waktu kemudian setelah dilaporkan seorang kompasianer kenthir.

Kalau plagiator karya sendiri, walau itu parafrase, artikelnya langsung dihapus. Contohnya artikel Kakek Merza -- gak tau artikel mana, sudah dihapus Admin, sih.  

Itu artinya Admin lebih suka bulu Kakek Merza ketimbang bulu Mas Plagiator Puisi SDD, kan? Ngomong-ngomong, bulu kakek-kakek apa bagusnya, ya. Engkong aja jijay tralala ngelirik bulu sendiri.

(FYEO or FYI, pilih mana suka. Suwer, Engkong gak punya bulu, blas.)

Dasar Admin menilai satu tulisan itu plagiat jika 25 persen isinya memiliki kesamaan dengan tulisan online terdahulu karangan orang lain di tempat lain.

Benarkah begitu?

Jelas gak benerlah! Engkong kasih bukti tulisan-tulisan plagiat di Kompasiana yang gak ditindak Admin, ya. Biar gak dicap omdo.

Kamu tahu kan frasa-frasa berikut ini? Kamu pasti tahu juga siapa penulisnya, kan? Beberapa contoh saja:

"Dahsyat."

"Terimakasih telah berbagi pernak-pernik ....:"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan