Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

"Kekerasan" dalam Pelajaran "Perspektif" di Sekolah

5 Oktober 2021   06:26 Diperbarui: 5 Oktober 2021   07:56 384 31 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Perbandingan prinsip perspektif antara lukisan dan foto (Foto: Koleksi Lintang)

Orang bernama Lintang, kalau gak cerdas banget, ya super menyusahkan. Atau kombinasi keduanya.  Lintang  yang cerdas ada dalam novel Laskar Pelangi anggitan Andrea Hirata. Tapi Lintang yang  cerdas plus menyusahkan ada di grup perpesanan Gang Sapi.

Lintang itu pseudonim. Nama aslinya, hanya dia yang tahu.  Yang jelas, dia minta disapa, "Lintang."  Itu saja.  

Kenapa tak minta disapa Bujur? Mungkin karena konotasinya kurang elok.  [Ter]bujur kaku, atau bujur gede, kan gak enak di kuping. Walau lintang[-pukang] juga kurang enak didengar.

Kemarin pagi dia membagikan soal ujian seperti pada ilustasi artikel ini ke grup perpesanan. Katanya dia lagi belajar bikin soal. Tapi lebih masuk akal kalau dia sedang melakukan tes psikologi pada warga Gang Sapi.

"Manakah gambar yang lebih perspektif?" Pertanyaan cerdas tapi susah dijawab. Bukan tak tahu jawaban. Tapi pertanyaannya sulit dimengerti.

Kenapa? Karena kalimatnya rada keliru. Perspektif itu kan prinsip penggambaran, bukan sifat. Jadi gak adalah  gambar yang kurang perspektif,  perspektif, atau lebih perspektif.

Kita betulkan dulu pertanyaannya, ya.  Supaya bisa dijawab.

"Dari dua gambar di atas, pada gambar mana prinsip perspektif diterapkan secara lebih tepat?"  

Nah, pasti jawabnya [b], gambar ruang gereja kosong.  Alasannya, itu foto tangkapan kamera. Prinsip perspektif, dekat besar jauh kecil, otomatis berlaku sempurna di situ.

Jawaban [a], gambar pemandangan, sangat mungkin karya lukis anak TK, jelas tidak sempurna menerapkan prinsip perspektif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan